Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Material Melonjak, Dishub Kotim Revisi Desain PJU Kapten Mulyono

M. Akbar • Jumat, 1 Mei 2026 | 10:00 WIB
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan proyek PJU tersebut merupakan program strategis pemerintah daerah.  (Akbar/Radar Sampit)
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan proyek PJU tersebut merupakan program strategis pemerintah daerah. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan revisi desain proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, akibat lonjakan harga material, terutama kabel listrik yang mengalami kenaikan signifikan hingga lebih dari 100 persen.

Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan proyek PJU tersebut merupakan program strategis pemerintah daerah yang saat ini tengah memasuki tahap penyesuaian perencanaan teknis dan anggaran.

“Kami sebelumnya sudah menyusun harga perkiraan sendiri (HPS), kemudian meminta review Inspektorat dan pendampingan Kejaksaan. Namun dalam waktu dekat ini akan kami ubah menjadi harga satuan karena menyesuaikan kondisi harga terbaru,” katanya, Jumat (1/5).

Ia menjelaskan, perhitungan awal yang disusun pada 2025 sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi harga saat ini. Kenaikan harga material, khususnya kabel, disebut menjadi faktor utama yang memaksa adanya penyesuaian desain.

“Waktu kami hitung berdasarkan harga 2025, dari Simpang KFC sampai Simpang Lingkar Selatan bisa terakomodasi. Tetapi sekarang harga bahan naik, kabel bahkan ada yang naik sampai 120 persen,” jelasnya.

Meski terjadi perubahan harga, Dishub Kotim memastikan tidak ada penambahan anggaran yang telah ditetapkan, yakni sekitar Rp2,3 miliar. Penyesuaian dilakukan dengan mengubah desain teknis, termasuk jarak antar tiang PJU.

“Kalau menambah anggaran tidak mungkin karena sudah berjalan. Jadi yang kami lakukan adalah penyesuaian desain,” ungkapnya.

Raihansyah menyebut, jarak antar tiang yang semula direncanakan sekitar 40 meter akan diperlebar menjadi 50 meter. Dengan demikian, jumlah tiang PJU diperkirakan berkurang dari sekitar 80 titik menjadi 70–75 titik, tanpa mengurangi cakupan penerangan sepanjang ruas jalan.

“Tidak ada pengurangan anggaran, hanya pengurangan jumlah tiang dengan jarak yang kami lebarkan agar tetap mencukupi pencahayaan,” tambahnya.

Ia menegaskan, panjang Jalan Kapten Mulyono yang menjadi lokasi pemasangan PJU mencapai lebih dari 2 kilometer. Proyek ini juga menjadi perhatian karena kawasan tersebut dinilai rawan kecelakaan lalu lintas, termasuk adanya titik jembatan yang sebelumnya menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Ini menjadi atensi khusus karena di kawasan itu juga terdapat jembatan yang perlu perhatian. Harapannya PJU ini bisa meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Dishub Kotim menargetkan proses lelang proyek dapat selesai pada Mei 2026, sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai pada periode Mei hingga Juli sesuai rencana pemerintah daerah.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#Dishub Kotim #sampit #kotim #pju #kalteng