Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hotspot Muncul, BMKG Ingatkan Risiko Karhutla di Kotim Masih Mengintai

Usay Nor Rahmad • Senin, 27 April 2026 | 09:26 WIB
Kebakaran lahan di Kotim beberapa waktu lalu. (Dok. BPBD Kotim) 
Kebakaran lahan di Kotim beberapa waktu lalu. (Dok. BPBD Kotim) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – BMKG kembali merilis pembaruan data titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam 24 jam terakhir, terdeteksi sedikitnya tujuh hotspot yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit, titik panas tersebut terpantau berada di Kecamatan Antang Kalang, Bukit Santuai, Mentaya Hulu, hingga Tualan Hulu.

Mayoritas hotspot memiliki tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi, dengan pantauan berasal dari satelit SNPP, NOAA20, dan AQUA.

Kemunculan hotspot ini menjadi peringatan dini akan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut. Meski jumlahnya masih relatif terbatas, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai.

Dari analisa parameter cuaca terbaru, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada pada kategori “aman” atau tidak mudah terbakar. Namun demikian, terdapat beberapa titik yang mulai masuk kategori “mudah terbakar”, terutama pada periode 27 hingga 28 April 2026.

Di sisi lain, prakiraan cuaca menunjukkan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam kategori tinggi. Berdasarkan model prediksi cuaca numerik, peluang hujan diperkirakan terjadi mulai 27 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 28 April 2026 pukul 07.00 WIB.

Kondisi ini diharapkan dapat membantu menekan potensi meluasnya kebakaran lahan, terutama di wilayah yang mulai terindikasi kering. Meski begitu, masyarakat tetap diminta tidak lengah dan menghindari aktivitas pembakaran lahan.

BMKG mengimbau seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif guna menghindari dampak yang lebih luas, terutama di tengah kondisi cuaca yang dinamis. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Risiko Karhutla #hotspot #BMKG #kotim