SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Di tengah derasnya arus modernisasi dan masuknya budaya luar, generasi muda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai tetap menunjukkan kepedulian dalam melestarikan budaya adat Dayak.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Ramadansyah, mengatakan hal itu terlihat dari terus berkembangnya sanggar-sanggar seni budaya di daerah tersebut.
“Kita tidak bisa memungkiri bahwa dunia globalisasi saat ini membawa gempuran budaya-budaya luar. Tetapi kita masih bangga, masih ada generasi muda yang perhatian terhadap budaya kita dengan berkembangnya sanggar-sanggar tari dan kesenian adat Dayak saat ini,” katanya, Minggu (26/4).
Menurut Ramadansyah, keberadaan sanggar menjadi wadah bagi generasi muda yang ingin berkiprah di bidang seni dan budaya agar tetap terarah dan ternaungi.
Saat ini, kata dia, tercatat sekitar 123 sanggar seni dan budaya di Kotim yang telah terdata di Disbudpar, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.
“Saat ini sanggar yang sudah terdata di Disbudpar sekitar 123 sanggar. Ini tidak menutup kemungkinan ke depannya akan semakin bertambah. Bahkan baru kemarin saya menerima surat permohonan operasional salah satu sanggar di Kotim,” tambahnya.
Ramadansyah menilai tingginya minat generasi muda terhadap seni budaya Dayak menjadi sinyal positif bagi pelestarian budaya daerah di masa depan.
“Artinya generasi muda kita masih perhatian juga terhadap budaya kita,” ucapnya.
Ke depan, pihaknya akan melakukan pendataan lebih rinci terkait jumlah anggota di masing-masing sanggar sebagai bagian dari upaya pembinaan.
“Nanti kami akan mendata berapa jumlah anggota sanggar itu. Harapan kita generasi muda terus melestarikan budaya adat Dayak,” tuturnya.
Ramadansyah mengaku memiliki kedekatan emosional dengan seni budaya Dayak. Saat muda, ia aktif di Sanggar Habaring Hurung sebagai pemain musik etnik Dayak dan pernah tampil di sejumlah panggung nasional.
“Saya dulu pernah ikut di Sanggar Habaring Hurung sebagai pemain musik etnik Dayak. Pernah tampil di Gedung Kesenian Jakarta dan juga di Gedung Cak Durasim Surabaya,” kenangnya.
Ia berharap budaya Dayak terus diwariskan kepada generasi muda karena budaya tidak hanya soal seni, tetapi juga mencerminkan nilai kesantunan dan perilaku masyarakat.
“Karena budaya ini erat kaitannya dengan sikap dan perilaku kita yang mencerminkan kesantunan,” terangnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko