SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi musim kemarau panjang tahun ini. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta menyusun rencana aksi, termasuk kesiapan anggaran dan personel.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kotim, Halikinnor, usai rapat koordinasi teknis (rakortek) ancaman karhutla dan kekeringan yang digelar di Gedung B Setda Kotim, Selasa (21/4).
“Berdasarkan ramalan BMKG, kemarau tahun ini diperkirakan menjadi yang terpanas dalam 30 tahun terakhir dan berlangsung lebih lama, sekitar empat sampai enam bulan,” ujar Halikinnor.
Ia menegaskan, kesiapan sejak dini menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana, terutama di wilayah yang didominasi lahan gambut yang rawan terbakar.
“Kita minta semua OPD menyiapkan rencana aksi dan kebutuhan anggaran, sehingga saat menghadapi kondisi tersebut kita sudah siap,” ucapnya.
Selain itu, Halikinnor mengingatkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Kalau menemukan api kecil, segera dipadamkan. Jangan menunggu membesar karena akan sulit ditangani, apalagi di lahan gambut,” tegasnya.
Ia menjelaskan, dampak karhutla tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga perekonomian.
Di sisi lain, ancaman kekeringan juga diperkirakan terjadi, khususnya di wilayah selatan Kotim yang rentan mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau.
“Wilayah selatan masih banyak yang bergantung pada air hujan, karena air sungai cenderung payau. Saat kemarau, suplai air bersih kemungkinan harus dibantu dari Sampit,” jelasnya.
Sektor pertanian juga diprediksi terdampak, meski pemerintah pusat telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pengembangan komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
“Penurunan produksi kemungkinan tetap ada, tapi diharapkan tidak signifikan,” tuturnya.
Pemkab Kotim berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat diperkuat untuk mencegah terjadinya karhutla serta mengurangi dampak kekeringan selama musim kemarau panjang. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko