Pemkab Kotim Dorong Perluasan Akses Keuangan untuk UMKM dan Petani

M. Akbar • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 14:04 WIB
Ilustrasi-petani saat menggarap lahan persawahan
Ilustrasi-petani saat menggarap lahan persawahan

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, serta kelompok rentan lainnya melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Umar Kaderi, mengatakan perluasan akses keuangan sangat penting untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Akses keuangan yang semakin luas akan membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat, pelaku UMKM, petani, nelayan, pelaku usaha mikro, serta kelompok rentan lainnya untuk memperoleh layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan sesuai kebutuhan,” ujar Umar, Senin (13/4).

Ia menjelaskan, keberadaan TPAKD menjadi semakin relevan dalam menjawab berbagai tantangan di daerah, seperti keterbatasan akses layanan keuangan di wilayah tertentu serta belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan formal.

Selain itu, pemerintah daerah juga perlu memperkuat kapasitas dalam mengakselerasi program inklusi keuangan agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih tepat sasaran.

Menurut Umar, keberhasilan program TPAKD tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

“Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pemerintah pusat, OJK, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan agar program yang dijalankan benar-benar berbasis kebutuhan daerah dan dapat diukur keberhasilannya,” jelasnya.

Ia berharap program percepatan akses keuangan yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta turut memperkuat perekonomian daerah.

“Melalui kolaborasi yang kuat dan inovasi dalam pelaksanaan program, kita berharap akses keuangan masyarakat semakin luas dan mampu mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.  (ktr-2/sla)

Editor : Slamet Harmoko
petani sampit kotim kalteng