DPRD Kotawaringin Timur Khawatir Atlet Jadi Korban Akibat Ketidakjelasan Anggaran Porprov

Rado. • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 10:55 WIB

 

Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur Dadang H. Syamsu
Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur Dadang H. Syamsu

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah, kondisi dunia olahraga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) justru menghadapi persoalan serius. Ketidakpastian pencairan anggaran dinilai memperparah situasi dan menghambat persiapan atlet maupun cabang olahraga (cabor).

Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang H. Syamsu, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menilai hingga kini belum ada kejelasan terkait anggaran yang menjadi penopang utama pembinaan olahraga daerah.

“Menjelang Porprov, justru belum ada kepastian anggaran. Ini tentu memperparah kondisi di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, ketidakjelasan itu berdampak langsung terhadap berbagai aspek persiapan, mulai dari program latihan, proses seleksi atlet, hingga kesiapan tim secara keseluruhan. Sejumlah cabor bahkan disebut berada dalam posisi sulit karena tidak memiliki dasar anggaran yang pasti untuk menjalankan program.

Selain faktor anggaran, kondisi organisasi olahraga yang belum sepenuhnya stabil turut memperburuk situasi. Hal ini dinilai menghambat koordinasi dan pengambilan keputusan di tengah waktu persiapan yang semakin terbatas.

Meski memahami kehati-hatian pemerintah daerah dalam mengelola dana hibah, DPRD menegaskan bahwa kepastian tetap menjadi hal yang mendesak. Ketidakjelasan yang berlarut-larut dikhawatirkan justru merugikan atlet.

“Kehati-hatian itu penting, tapi kepastian juga tidak kalah penting. Jangan sampai atlet menjadi korban,” tegasnya.

DPRD juga mendorong Bupati Kotim agar turun tangan langsung mencari solusi atas persoalan ini. Dengan waktu yang semakin sempit, langkah cepat dinilai sangat diperlukan agar persiapan tidak semakin tertinggal.

Selain itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) diminta segera mengambil langkah konkret, baik terkait kejelasan anggaran maupun arah kebijakan keikutsertaan Kotim dalam Porprov.

Jika kondisi ini terus berlanjut, DPRD khawatir Kotim tidak hanya gagal meraih prestasi, tetapi juga tertinggal dari daerah lain yang telah lebih siap menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. (ang/sla)

 

 

 

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin kotim porprov 2026 anggaran