Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Literasi Keuangan Jadi Benteng Hadapi Investasi Bodong dan Penipuan Online

M. Akbar • Selasa, 7 April 2026 | 18:40 WIB

 

ilustrasi- Penipuan Online via WA
ilustrasi- Penipuan Online via WA

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menilai peningkatan literasi keuangan masyarakat menjadi langkah penting untuk menghadapi maraknya tawaran investasi bodong dan penipuan digital yang semakin berkembang. Edukasi keuangan dinilai dapat menjadi benteng bagi masyarakat agar lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.

Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, mengatakan literasi keuangan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh semua kalangan.

Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengenali risiko serta menghindari berbagai bentuk penipuan yang berkaitan dengan keuangan.

“Literasi keuangan menjadi bekal utama untuk mengambil keputusan yang tepat, menghindari risiko, serta menjaga kesehatan keuangan keluarga,” ujar Rafiq saat membuka kegiatan Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS) dalam rangka Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Tahun 2026 di Ruang Rapat Anggrek Tewu Setda Kotim, Selasa (7/4).

Menurutnya, saat ini masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan di bidang keuangan, seperti maraknya tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya, penipuan digital, serta berbagai risiko keuangan lainnya. 

Banyak masyarakat yang sudah menggunakan layanan keuangan, namun belum sepenuhnya memahami manfaat maupun risikonya.

“Di sinilah pentingnya kegiatan literasi keuangan seperti SICANTIKS, agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi yang tidak jelas,” jelasnya.

Rafiq menambahkan, peran perempuan juga sangat strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga. Ibu sering kali menjadi pengatur utama keuangan rumah tangga, mulai dari menyusun anggaran, merencanakan kebutuhan keluarga, hingga menentukan berbagai keputusan finansial.

Apabila para ibu memiliki pemahaman yang baik tentang keuangan, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh keluarga, bahkan hingga generasi berikutnya.

Dalam kegiatan tersebut, para narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah, Bank Indonesia, serta sejumlah lembaga jasa keuangan memberikan materi literasi keuangan kepada peserta yang berasal dari Persatuan Istri Tentara (Persit), Ibu Bhayangkari, serta pelaku UMKM perempuan di Kabupaten Kotim.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga lebih bijak dalam memilih produk keuangan serta lebih waspada terhadap berbagai tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya.

Rafiq juga berharap para peserta dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat disebarluaskan kepada keluarga, teman, maupun masyarakat sekitar.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi langkah penting dalam mewujudkan masyarakat yang cakap, bijak, dan sejahtera secara finansial,” pungkasnya.  (ktr-2/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#literasi keuangan #investasi bodong #penipuan online