Setiap Desa di Kotawaringin Timur Perlu Relawan Damkar

Rado. • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 13:07 WIB
Upaya pemadaman kebakaran di pinggiran Kota Sampit, wilayah Kecamatan MB Ketapang, belum lama tadi.Dok/bpbdkotim
Upaya pemadaman kebakaran di pinggiran Kota Sampit, wilayah Kecamatan MB Ketapang, belum lama tadi.Dok/bpbdkotim

 SAMPIT,radarsampitjawapos.com- DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong Pemkab Kotim, untuk membentuk relawan pemadam kebakaran di setiap desa. Hal itu agar setiap desa memiliki tim yang siap bergerak cepat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026.

Anggota DPRD Kotim Dadang Siswanto yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III, menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa lagi hanya bergantung pada tim dari kabupaten. Menurutnya, kecepatan respons di tingkat desa menjadi kunci utama mencegah api meluas.

“Kami minta setiap desa harus punya relawan pemadam yang bisa bergerak cepat. Karena yang pertama kali tahu kejadian itu masyarakat di lokasi, bukan dari kota,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini banyak kasus kebakaran kecil yang akhirnya membesar karena terlambat ditangani. Akses yang jauh serta keterbatasan personel membuat tim dari kabupaten sering tiba saat api sudah meluas.

Baca Juga: Tegaskan Tak Ada 'El Nino Godzilla', BMKG Kotim Tetap Minta Waspadai Ancaman Karhutla 2026rado

“Kalau hanya mengandalkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Manggala Agni, pasti memakan waktu ke lokasi. Sementara api di lahan gambut bisa cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” papar Dadang.

Dirinya menilai, pembentukan relawan desa harus dibarengi dengan dukungan peralatan dasar, seperti mesin pompa air (alkon), selang panjang, serta perlengkapan pendukung lainnya. Tanpa itu, relawan dinilai tidak akan efektif di lapangan.

“Relawan saja tidak cukup, harus dilengkapi alat. Minimal ada selang dan mesin alkon,APD supaya bisa langsung melakukan pemadaman awal,” imbuhnya.

Selain itu,  Dadang menilai,  kesadaran masyarakat saat ini sebenarnya sudah jauh lebih baik dan praktik membuka lahan dengan cara dibakar mulai berkurang. Namun, potensi kebakaran tetap ada, baik karena faktor alam maupun kelalaian.

“Artinya sekarang fokus kita bukan hanya pencegahan, tapi juga kesiapan respon cepat di desa,” tukasnya.

Dadang juga menekankan, peringatan dini dari BMKG terkait potensi musim kering dan fenomena El Nino tahun ini harus direspon serius oleh Pemkab Kotim.

“Jangan sampai kita sudah tahu ada ancaman, tapi tidak menyiapkan sistem di lapangan. Relawan desa ini harus jadi prioritas,” cetusnya.

Sejatinya tambah Dadang, dengan adanya relawan pemadam di setiap desa, DPRD optimistis kebakaran bisa ditangani sejak dini sebelum meluas, sehingga dampak karhutla dapat ditekan secara signifikan.

“Kalau api bisa dipadamkan di awal, kita tidak perlu lagi sibuk memadamkan kebakaran besar. Kuncinya ada di kecepatan penanganan,” pungkasnya.(ang/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
DPRD Kotim relawan damkar Dadang Siswanto pemadam kebakaran