Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Turnamen Balogo Meriahkan Kampung Merah Putih di Sukamara

Fauziannur • Jumat, 13 Februari 2026 | 22:07 WIB
OLAH RAGA TRADISIONAL: Salah seorang peserta saat memainkan balogo yang digelar di kampung merah putih Kelurahan Mendawai, Kecamatan Sukamara. FOTO: FAUZIANUR/RADAR SAMPIT
OLAH RAGA TRADISIONAL: Salah seorang peserta saat memainkan balogo yang digelar di kampung merah putih Kelurahan Mendawai, Kecamatan Sukamara. FOTO: FAUZIANUR/RADAR SAMPIT

SUKAMARA, Radarsampit.jawapos.com – Turnamen olahraga tradisional balogo digelar di Kampung Merah Putih, Kelurahan Mendawai, Kabupaten Sukamara. Kegiatan tersebut diikuti pelajar, masyarakat umum, hingga peserta dari luar daerah.

Turnamen yang berlangsung di Jalan Cakra Adiwijaya tersebut menjadi ajang silaturahmi, sekaligus upaya pelestarian olahraga tradisional khas Kalimantan Tengah yang kini mulai jarang dimainkan.

Ketua Panitia Turnamen Balogo, Govi Lenardo mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk meramaikan Kampung Merah Putih sekaligus membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap permainan tradisional.

Diharapkan olahraga tradisional balogo tetap lestari serta semakin diminati oleh generasi muda, sebagai bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Tengah.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk meramaikan kampung sekaligus mengenalkan kembali permainan balogo kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Govi.

Ia menambahkan, antusiasme peserta cukup tinggi. Turnamen ini diikuti hampir 100 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar. Selain peserta lokal, panitia juga mencatat kehadiran peserta dari Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Jumlah peserta hampir 100 orang dan ada yang datang dari luar daerah, yakni Kabupaten Kotawaringin Barat,” katanya.

Balogo merupakan permainan tradisional yang dimainkan secara beregu. Satu tim terdiri dari lima orang dengan tiga pemain inti dan dua cadangan. Permainan ini mengandalkan ketepatan dan strategi dalam merobohkan logo lawan menggunakan panapak, alat pemukul yang terbuat dari bambu atau kayu.

Salah satu peserta asal Kabupaten Kotawaringin Barat, Ari, mengaku sengaja datang ke Sukamara bersama rekan-rekannya untuk mengikuti turnamen tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan.

“Dengan adanya turnamen terbuka seperti ini, kami berharap balogo bisa terus berkembang dan dikenal lebih luas,” ujarnya. (fzr/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#Balogo #turnamen #olahraga tradisional #sukamara