Karhutla Menggila di Jalan Kolam, Tiang Listrik Terancam Water Bombing Dikerahkan

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 15:15 WIB
Helikopter WB saat melakukan pemadaman karhutla di Jalan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (12/9). (WARGA/RADAR SAMPIT)
Helikopter WB saat melakukan pemadaman karhutla di Jalan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (12/9). (WARGA/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ruas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), semakin sulit dikendalikan. Api yang membakar kedua sisi jalan mulai mengancam jaringan listrik PLN.

Kondisi ini membuat operasi pemadaman diperkuat dengan pengerahan helikopter water bombing 

Berdasarkan surat Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah tertanggal 11 September 2026, helikopter WB tipe Super Puma AS332L dengan registrasi C-FPUM milik PT Dominic Asasta Aviasi direposisi ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun paling lambat Sabtu (12/9).

Kondisi karhutla di jalur lintas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama dilaporkan semakin parah. Api berkobar di kedua sisi jalan, baik di wilayah Kelurahan Mendawai Seberang maupun Raja Seberang.

Di Raja Seberang, api yang awalnya muncul di sekitar kilometer 14 dalam hitungan jam merambat dan membakar kawasan hutan serta kebun masyarakat di kilometer 15, 16 hingga kilometer 17.

Pemilik kebun bersama anggota kelompok tani berupaya keras menghadang penjalaran api. Namun, angin kencang membuat upaya pemadaman di lapangan semakin berat. Kobaran api bahkan memaksa para relawan mundur dari sejumlah titik.

Situasi juga menjadi perhatian di kilometer 21. Hingga Sabtu (12/9) sekitar pukul 01.00 WIB, Bupati Kobar Hj Nurhidayah masih berada di lokasi karhutla untuk memantau penanganan.

Kehadiran orang nomor satu di Kobar itu berkaitan dengan kobaran api yang mulai mengancam jaringan kabel listrik PLN.

Nurhidayah menegaskan, melihat kondisi karhutla yang semakin besar, pengerahan helikopter water bombing menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Operasi udara diprioritaskan pada lokasi yang sulit diakses jalur darat agar pemadaman lebih cepat dan efektif,” tegasnya.

Menurut Nurhidayah, api juga mulai merangsek mendekati kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Danau Masoraian di sepanjang jalur Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, khususnya sekitar kilometer 20.

Kawasan tersebut dinilai penting karena memiliki nilai ekologis tinggi sekaligus berada di jalur transportasi vital Kobar bagian selatan.

Dengan hadirnya water bombing, penanganan difokuskan untuk memutus penjalaran api sebelum meluas ke kawasan yang lebih sulit dikendalikan. Seluruh unsur Satgas Karhutla juga diminta memperkuat sinergi, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni hingga aparat kecamatan dan desa.

Selain HKM Danau Masoraian, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) turut menjadi perhatian karena memiliki karakteristik medan yang berat. Titik api yang mengancam kawasan strategis dan permukiman juga menjadi prioritas penanganan.

"Keterlibatan camat, lurah, hingga kepala desa sangat penting untuk pemantauan sejak dini. Setiap indikasi kebakaran harus segera dilaporkan agar langsung ditangani sebelum membesar,” pungkasnya. (tyo)

 

 

Editor : Slamet Harmoko
karhutla kobar jalan pangkalan bun - kolam water bombing karhutla