PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga melakukan penyiraman atap rumah secara massal. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kelembapan bangunan dan mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Penyiraman menyasar rumah-rumah warga yang mayoritas berbahan kayu dan berada di permukiman padat, terutama di sepanjang bantaran Sungai Arut. Kegiatan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan air Sungai Arut sebagai sumber air.
Tim MPA menggunakan mesin pompa yang ditempatkan di tepi Sungai Arut. Selang pemadam kemudian ditarik hingga ratusan meter melalui gang-gang sempit untuk menjangkau rumah warga.
Air bertekanan disemprotkan ke bagian atap, dinding luar, dan kolong rumah. Penyiraman tersebut diharapkan dapat menjaga kelembapan bangunan sekaligus memperlambat penjalaran api apabila terjadi kebakaran.
Langkah pencegahan ini dilakukan karena permukiman Raja Seberang didominasi rumah berkonstruksi kayu dan berdiri cukup rapat. Kondisi tersebut membuat kawasan itu rentan terhadap kebakaran, terutama saat cuaca panas dan kering.
Warga menyambut kegiatan tersebut. Selain membantu mendinginkan rumah, penyiraman membuat lingkungan permukiman terasa lebih sejuk di tengah teriknya matahari.
“Suasananya langsung berubah sejuk. Bau seng terjemur yang biasanya menyengat setiap siang tiba-tiba hilang,” tutur Ratna, warga setempat.
Lurah Raja Seberang, Yaumil Bahsin, mengatakan penyiraman dilakukan secara massal dan bertahap dengan menyasar seluruh rumah warga, terutama yang masih berbahan kayu dan berada di permukiman padat.
“Tujuan kami untuk meningkatkan kelembapan bangunan dan memperlambat laju penjalaran api jika terjadi kebakaran. Penyiraman difokuskan pada dinding luar, atap, dan kolong rumah,” kata Yaumil.
Ia berharap kegiatan tersebut meningkatkan kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mengantisipasi kebakaran. “Lebih baik mencegah daripada memadamkan,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno