PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Seorang pria tanpa identitas ditemukan duduk bersimpuh di tengah Jalan Ahmad Yani, Pangkalan Bun, Jumat (4/9) sekitar pukul 04.15 WIB. Kondisi tersebut membuat pengendara yang melintas panik karena keberadaannya membahayakan keselamatan di jalur utama lintas provinsi.
Pria tersebut tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek. Ia tetap berada di tengah ruas jalan tanpa menghiraukan kendaraan yang melintas.
Keberadaan pria itu sempat mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan singkat. Warga bersama pengguna jalan kemudian mengevakuasinya secara perlahan ke tepi jalan untuk mencegah kecelakaan.
Warga Kelurahan Baru, Burhanudin, mengatakan pria tersebut kemudian diamankan ke halaman Masjid Al Hikmah.
“Warga menepikan pria tersebut ke halaman Masjid Al Hikmah karena takut terjadi apa-apa. Posisinya saat itu duduk di tengah jalan,” katanya.
Setelah berada di tepi jalan, warga melihat pria tersebut dalam kondisi lemas. Warga kemudian menghubungi Palang Merah Indonesia (PMI) Kotawaringin Barat untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas PMI yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan fisik. Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka cukup serius pada bagian kaki sehingga pria tersebut membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Tim PMI kemudian membawa pria tersebut menggunakan ambulans ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
“Ada yang menghubungi PMI. Setelah PMI datang, dilakukan penanganan terhadap lukanya, kemudian dibawa ke rumah sakit,” ujar Burhanudin.
Berdasarkan pengamatan awal petugas dan keterangan warga, pria tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Warga bersama pihak terkait selanjutnya berupaya mencari identitas dan keluarga pria tersebut dengan menyebarkan ciri-ciri fisiknya melalui berbagai grup komunikasi warga.
Upaya itu membuahkan hasil setelah sejumlah warga mengenali pria tersebut. Ia diduga tinggal di kawasan Gang Rarait, Kelurahan Baru, dan berasal dari Kecamatan Kumai.
Saat ini, pihak rumah sakit dan relawan masih berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat untuk memastikan identitas lengkap pria tersebut.
“Informasinya sudah ada keluarga dari Kumai yang menjemputnya di rumah sakit,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno