PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) melakukan pengujian kualitas air Sungai Sekonyer. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem kawasan TNTP.
Petugas gabungan menyisir alur Sungai Sekonyer menggunakan speedboat sekaligus mengambil sampel air di sejumlah titik, mulai dari Muara Ali, Natai Lengkuas, Dermaga Desa Sungai Sekonyer, hingga kawasan konservasi Camp Leakey.
Sampel air kemudian dibawa ke Laboratorium Lingkungan DLH Kobar untuk menjalani pengujian berbagai parameter kualitas air.
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kobar Dewi Sinta mengatakan, kejernihan air yang terlihat secara kasatmata tidak dapat menjadi satu-satunya tolok ukur kondisi lingkungan.
“Untuk mengetahui kondisi kualitas air secara lebih jelas, diperlukan pengambilan dan pengujian sampel. Data tersebut penting sebagai bagian dari pemantauan lingkungan,” ujarnya.
Menurut Dewi, ketelitian dalam proses pengambilan sampel di lapangan menjadi kunci agar data yang dihasilkan valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Meski harus menempuh jarak yang jauh dan menghadapi medan yang menantang, petugas tetap menyisir seluruh titik yang telah ditentukan.
Sementara itu, Kepala DLH Kobar Syahyani menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam pemantauan lingkungan. Menurutnya, keberlanjutan fungsi ekosistem Sungai Sekonyer yang beririsan langsung dengan habitat satwa di TNTP membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
“Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kerja sama seperti ini penting agar pemantauan dapat dilakukan bersama dan kondisi lingkungan dapat dipahami dengan lebih baik berdasarkan data yang ada,” tegasnya.
DLH Kobar juga mengimbau masyarakat, pelaku usaha, serta pihak yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya dengan tidak membuang sampah domestik maupun limbah ke sungai agar kualitas Sungai Sekonyer tetap terjaga dan ekosistem di sekitarnya dapat berkelanjutan. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno