Dinkes Siagakan Rumah Oksigen di Tiap Wilayah Kerja Puskesmas

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 19:14 WIB
Rumah oksigen di Kilometer 14 Jalan Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa 1 September 2026. (Dinkes Kobar) 
Rumah oksigen di Kilometer 14 Jalan Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa 1 September 2026. (Dinkes Kobar) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyiagakan layanan kesehatan dan Rumah Oksigen darurat di seluruh wilayah kerja (wilker) puskesmas untuk mengantisipasi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi karhutla di Kobar yang semakin parah. Personel Satuan Tugas (Satgas) Darat Karhutla yang berjibaku melakukan pemadaman berisiko terpapar asap.

Kepala Dinkes Kobar Hardino mengatakan, penanganan kesehatan dipusatkan pada tiga posko utama. Posko pertama berada di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar dan difungsikan untuk melayani petugas serta relawan setelah melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.

"Pos penanganan ini difungsikan khusus untuk melayani para petugas dan relawan yang baru saja menyelesaikan giat pemadaman di lokasi kebakaran," tegas Hardino, Selasa (1/9).

Posko kedua berada di kawasan Kilometer 14 Jalan Lintas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama. Posko kesehatan tersebut bergabung dengan seluruh unsur satgas dan beroperasi selama 24 jam.

Sementara itu, posko ketiga berada di seluruh jaringan fasilitas kesehatan, yakni 18 puskesmas yang tersebar di wilayah Kobar. Setiap puskesmas dibekali Tim Reaksi Cepat (TRC) khusus karhutla dan armada ambulans.

"Guna memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke pelosok, seluruh Puskesmas Pembantu (Pustu) turut diaktifkan. Fasilitas ini disulap menjadi Rumah Oksigen darurat yang dilengkapi dengan peralatan pernapasan lengkap," bebernya.

Kesiapsiagaan tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Nomor 800/5434/KD.E/2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala puskesmas se-Kobar. Mereka diminta mengoptimalkan fasilitas layanan siaga serta memeriksa kesiapan sarana dan prasarana medis.

Pemeriksaan meliputi ketersediaan tabung oksigen, regulator, oksimeter, serta pasokan oksigen di puskesmas induk dan Pustu. Tenaga kesehatan siaga juga disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Pemerintah daerah turut mengimbau jajaran kecamatan, desa, hingga RT/RW memperkuat penyebaran informasi agar masyarakat terdampak karhutla dapat segera memanfaatkan layanan Rumah Oksigen secara gratis dan cepat. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Dinkes Kotawaringin Barat asap karhutla