PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memburuk. Konsentrasi partikulat halus (PM2.5) sempat mencapai 300,3 µg/m³ pada Senin (31/8) pukul 07.05 WIB. Angka tersebut menempatkan kualitas udara dalam kategori berbahaya.
Berdasarkan data pemantauan indeks kualitas udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Barat, angka 300,3 µg/m³ merupakan konsentrasi PM2.5 tertinggi yang tercatat pada Senin pagi.
Konsentrasi PM2.5 kemudian menurun menjadi 77,9 µg/m³ pada pukul 09.05 WIB. Meski turun, angka tersebut masih berada dalam kategori tidak sehat.
Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Barat Ayu Istiqomah mengatakan, peningkatan konsentrasi PM2.5 telah terdeteksi sejak malam sebelumnya. Kenaikan mulai terpantau secara konsisten sejak pukul 23.05 WIB pada Minggu (30/8).
Memburuknya kualitas udara tersebut terjadi saat Kobar masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepulan asap karhutla diduga menjadi faktor dominan yang memengaruhi penurunan kualitas udara.
Ayu mengatakan, seluruh data dihimpun dari hasil observasi indeks kualitas udara di wilayah Kobar dan sekitarnya secara real-time. BMKG akan terus memperbarui data pemantauan karena konsentrasi PM2.5 dapat berubah sewaktu-waktu.
Masyarakat diimbau memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, disarankan mengurangi atau menunda aktivitas di luar rumah untuk meminimalkan paparan udara yang tercemar. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno