PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar mewaspadai kondisi tersebut seiring ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menurunkan kualitas udara.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, mengatakan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menunjukkan kasus ISPA masih fluktuatif. Namun, tren peningkatan terlihat sejak minggu ke-28 hingga minggu ke-32.
“Tren kasus ISPA menunjukkan pola fluktuatif dengan peningkatan yang cukup nyata pada minggu ke-28 sampai minggu ke-32,” ujar Jhonferi, Rabu (26/8/2026) sore.
Pada minggu ke-32, laporan kasus ISPA mencapai sekitar 515 kasus dalam satu pekan. Dinkes Kobar memantau perkembangan kasus secara mingguan, termasuk persebarannya di setiap wilayah pelayanan puskesmas (PKM).
Berdasarkan data SKDR, Puskesmas Sungai Rangit mencatat laporan ISPA tertinggi, yakni 1.933 kasus atau 16,43 persen dari total laporan. Berikutnya Puskesmas Madurejo dengan 1.169 kasus atau 9,94 persen dan Puskesmas Kumai sebanyak 1.152 kasus atau 9,79 persen.
Puskesmas Karang Mulya mencatat 914 kasus atau 7,77 persen, sedangkan Puskesmas Mendawai sebanyak 905 kasus atau 7,69 persen. Perbedaan angka tersebut menunjukkan kasus ISPA tersebar di sejumlah wilayah dengan tingkat kejadian yang berbeda.
Dinkes Kobar meminta pemantauan kasus ISPA di seluruh PKM diperkuat. Jika tren peningkatan berlanjut, petugas diharapkan melakukan verifikasi lapangan dan analisis epidemiologi untuk memastikan kondisi tersebut masih dalam pola yang wajar atau telah menunjukkan peningkatan tidak normal.
Fasilitas kesehatan juga diminta memastikan ketersediaan obat, bahan medis habis pakai, dan oksigen untuk menangani keluhan kesehatan akibat paparan asap, seperti ISPA, pneumonia, dan iritasi mata.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, antara lain balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, warga dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis, serta petugas yang berada di lingkungan berasap dalam waktu lama.
Dinkes Kobar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap semakin pekat. Warga juga dianjurkan menggunakan masker yang sesuai, menutup pintu dan jendela ketika kualitas udara memburuk, serta tidak melakukan pembakaran di sekitar rumah.
Masyarakat yang mengalami sesak napas, napas cepat, demam tinggi, atau kondisi kesehatan yang memburuk diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno