Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Empat Puskesmas Masuk Zona Merah ISPA

Koko Sulistyo
Penulis: Koko Sulistyo❯
Penanganan karhutla di Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu 8 Agustusan 2026. (BPBD KOBAR) 
Penanganan karhutla di Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu 8 Agustusan 2026. (BPBD KOBAR) 

Advertisement

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Empat wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, masuk zona merah penyebaran Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data tersebut berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan Kobar pada pekan ke-26 hingga ke-30 tahun 2026.

Puskesmas Sungai Rangit mencatat jumlah kasus ISPA tertinggi, yakni 395 kasus. Angka tersebut jauh melampaui ambang batas zona merah yang ditetapkan sebanyak 128,75 kasus.

Advertisement

Tiga puskesmas lain yang masuk zona merah adalah Puskesmas Kumai dengan 193 kasus, Puskesmas Madurejo dengan 183 kasus, dan Puskesmas Karang Mulya dengan 137 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar  Hardino mengatakan, peningkatan kasus gangguan pernapasan berkaitan dengan memburuknya kualitas udara akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah tersebut.

"Kawasan zona merah wajib menjadi prioritas utama pengendalian. Intervensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan pelayanan medis, ketersediaan stok obat-obatan, logistik, hingga edukasi masif kepada warga," kata Hardino, Rabu (12/8).

Advertisement

Menurut dia, penanganan ISPA tidak hanya berfokus pada pengobatan. Upaya pencegahan juga dilakukan melalui penemuan kasus secara dini, penguatan pemantauan di lapangan, serta edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Selain empat wilayah zona merah, Dinkes Kobar mencatat 10 puskesmas berada dalam zona kuning atau kategori risiko sedang. Puskesmas Mendawai mencatat kasus tertinggi di zona tersebut dengan 126 kasus, disusul Natai Pelingkau 104 kasus, Arut Selatan 93 kasus, Kumpai Batu Atas 84 kasus, Riam Durian 56 kasus, dan Runtu 52 kasus.

Sementara itu, Puskesmas Pandu Sanjaya mencatat 48 kasus, Pangkalan Lada 38 kasus, Semanggang 33 kasus, dan Kotawaringin Lama 26 kasus. Seluruh wilayah zona kuning terus dipantau agar tidak bergeser ke zona merah.

Adapun zona hijau atau kategori risiko rendah terdiri atas empat wilayah, yakni Puskesmas Teluk Bogam dengan 24 kasus, Ipuh Bangun Jaya 19 kasus, Arut Utara 17 kasus, serta Puskesmas Sambi yang mencatat nol kasus ISPA.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Puskesmas di Palangka Raya Diminta Siaga Hadapi Peningkatan Penderita ISPA

Puskesmas di Palangka Raya Diminta Siaga Hadapi Peningkatan Penderita ISPA

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, meminta Dinas Kesehatan dan puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan penderita ISPA

Dampak Karhutla Meningkatkan Penderita ISPA di Kalteng.Masyarakat Diajak Panjatkan Doa Minta Hujan

Dampak Karhutla Meningkatkan Penderita ISPA di Kalteng.Masyarakat Diajak Panjatkan Doa Minta Hujan

Dampak Karhutla Meningkatkan Penderita ISPA di Kalteng, Kapolda Mengajak Masyarakat Panjatkan Doa Minta Hujan kualitias udara membaik

Ratusan Warga Kotawaringin Barat Terserang ISPA Setiap Pekan, Dinkes Sebut Kondisi Masih Terkendali

Ratusan Warga Kotawaringin Barat Terserang ISPA Setiap Pekan, Dinkes Sebut Kondisi Masih Terkendali

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai menunjukkan tren kenaikan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer