PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kejutan terjadi di tengah kemarau dan karhutla yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat. Peternakan milik Marmin, warga Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada menyuguhkan kabar yang cukup membahagiakan.
Seekor indukan sapi miliknya melahirkan dua pedet sekaligus, masing-masing berjenis kelamin jantan dan betina, Minggu (16/8/2026).
Yang membuat kelahiran tersebut semakin istimewa, kedua pedet lahir dalam kondisi sehat dan selamat. Bahkan, kelahiran kembar itu merupakan pengalaman pertama bagi sang indukan.
Baca Juga: Anak Sapi Belgian Blue Lahir dengan Selamat di Desa Amin Jaya, Pangkalan Banteng
Tak hanya itu pedet-pedet tersebut ternyata merupakan dua jenis sapi yang berbeda meski berasal dari satu indukan. Pedet jantan merupakan jenis Simental sedangkan pedet betina jenis Limosin.
Petugas Inseminasi Buatan (IB), Ali Imron, mengatakan indukan tersebut merupakan hasil program Inseminasi Buatan (IB). Proses IB dilakukan pada 25 Oktober 2025 dengan menggunakan semen pejantan Rocket produksi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari.
“Ini merupakan kelahiran pertama dan yang menarik adalah indukan berhasil melahirkan pedet kembar, satu jantan dan satu betina, dalam kondisi selamat. Pedet jantan Simental, pedet betina Limosin,” jelas Imron.
Berdasarkan catatan reproduksi, masa kebuntingan indukan berlangsung sekitar delapan bulan 21 hari. Pedet kedua lahir sekitar satu jam setelah pedet pertama.
Baca Juga: Peternak Arga Mulya Berhasil Kembangkan Belgian Blue, Jadi Harapan Baru Peternakan Sapi di Kobar
Marmin mengaku bersyukur sekaligus terkejut dengan kelahiran tersebut. Ia sebelumnya tidak menyangka satu kali kebuntingan bisa menghasilkan dua pedet sekaligus.
“Saya sangat senang dan tidak menyangka bisa mendapatkan dua pedet sekaligus. Pedet yang kedua lahir sekitar satu jam setelah pedet pertama dan alhamdulillah keduanya dapat lahir dengan selamat,” ungkapnya.
Sementara itu dari video yang diterima redaksi, kelahiran kembar tersebut juga merupakan yang pertama kali diterima oleh Marmin setelah 20 tahun menekuni peternakan sapi di wilayah transmigrasi tersebut. (sla)
Editor : Slamet Harmoko