PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kabut tebal menyelimuti wilayah Pangkalan Bun dan sekitarnya pada Rabu (5/8) pagi. Kabut yang diduga berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat itu menyebabkan jarak pandang menurun secara signifikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan sejak pukul 05.30 WIB, kabut putih keabuan menyelimuti sejumlah titik, antara lain Jalan Ahmad Yani, Jalan Ahmad Shaleh di ruas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, serta kawasan permukiman warga.
Akibat kondisi tersebut, jarak pandang di beberapa ruas jalan utama sempat turun hingga di bawah 100 meter. Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa memperlambat laju kendaraan dan menyalakan lampu utama saat melintas.
Selain mengurangi jarak pandang, kabut juga disertai aroma khas yang menguatkan dugaan warga bahwa kabut tersebut merupakan kabut asap akibat sisa pembakaran lahan yang terbawa angin dari sejumlah titik panas di wilayah setempat.
Hingga pukul 06.30 WIB, kabut masih menyelimuti sebagian wilayah Pangkalan Bun dan baru berangsur menghilang sekitar pukul 07.00 WIB.
"Pagi ini bau udara juga tidak seperti biasanya. Meski tidak pedih, tetapi pandangan mata tidak seperti biasanya," ujar Wahyu (34), warga Pangkalan Bun yang melintas di kawasan Jalan Ahmad Shaleh.
Warga Kelurahan Raja Seberang, Ipul, mengatakan kabut yang muncul membuat pernapasannya terasa tidak nyaman. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan kabut yang biasa muncul pada pagi hari.
Ia menduga kabut tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir. "Memasuki siang hari kabut hilang, jangan sampai kita kena kabut asap tebal seperti di Kotim," katanya.
Masyarakat diimbau tetap waspada saat berkendara pada pagi hari serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Hingga berita ini diturunkan, BPBD setempat bersama Satgas Karhutla masih melakukan pemantauan titik panas (hotspot) serta pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah lokasi di Kota Pangkalan Bun. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno