PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan pengecekan ke SPBU 05 Bumi Harjo untuk memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis biosolar bagi kendaraan angkutan umum penumpang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan sejumlah perusahaan otobus (PO) yang sebelumnya mengaku kesulitan memperoleh biosolar. Pengecekan juga bertujuan memastikan operasional angkutan umum di Kabupaten Kotawaringin Barat tetap berjalan lancar.
Kepala Dishub Kobar melalui Kepala Bidang Angkutan, Daniel Parlindungan Manurung, mengatakan hasil koordinasi dengan manajemen SPBU menunjukkan stok biosolar masih tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan kendaraan angkutan umum.
"Manajemen SPBU 05 Bumi Harjo mengonfirmasi saat ini BBM subsidi jenis biosolar masih tersedia. Kami berharap ketersediaan tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan operasional kendaraan angkutan umum di Kabupaten Kotawaringin Barat," ujarnya.
Daniel menjelaskan, informasi mengenai dugaan kelangkaan biosolar disampaikan sejumlah perusahaan otobus dalam rapat koordinasi konektivitas transportasi darat yang digelar beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu pelayanan transportasi kepada masyarakat.
Menurutnya, apabila pasokan BBM subsidi terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan operator angkutan, tetapi juga berpotensi memengaruhi tarif dan kualitas layanan bagi penumpang.
"Kelangkaan BBM jenis biosolar dikhawatirkan akan berdampak pada layanan dan harga tiket angkutan umum. Oleh karena itu, kami perlu memastikan stok BBM subsidi jenis biosolar tetap tersedia," katanya.
Dishub Kobar berkomitmen terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan BBM sektor transportasi terpenuhi. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan layanan angkutan umum serta mendukung konektivitas transportasi darat di Kabupaten Kotawaringin Barat.
"Dengan tersedianya biosolar di SPBU 05 Bumi Harjo, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan layanan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau tanpa gangguan operasional akibat keterbatasan pasokan BBM subsidi," pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno