PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait seorang pria berinisial S (33) yang ditemukan terlantar dalam kondisi mengalami patah kaki di wilayah Kecamatan Kumai.
Setelah menerima laporan dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Kumai Hilir, tim Dinsos Kobar langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penjemputan. Selanjutnya, S dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Tragedi Tengah Malam! Tabrak Dump Truk Saat Putar Balik, Pemotor di Pangkalan Bun Tewas di Tempat
Selain memastikan penanganan kesehatan, Dinsos Kobar juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat guna menelusuri identitas korban serta memverifikasi kepesertaan BPJS Kesehatan yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, S harus menjalani rawat inap sebagai persiapan menjalani operasi akibat patah tulang pada kakinya.
Baca Juga: Ditinggal Parkir Sebentar, Scoopy Raib Digondol Maling di Pasar Keramat Sampit
Kepada petugas, S mengaku mengalami kecelakaan kerja saat bekerja di sebuah tambang emas di wilayah Palangka Raya pada Mei 2026. Saat itu, kakinya tertimpa batu hingga mengalami patah tulang dan sempat mendapat penanganan di sebuah klinik.
Menurut pengakuannya, ia dijanjikan akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Namun setibanya di Kumai pada awal Juni 2026, ia justru ditinggalkan tanpa pendampingan.
S juga mengaku tidak lagi memegang dokumen penting miliknya, seperti KTP, Kartu Keluarga, kartu BPJS Kesehatan, hingga telepon genggam.
Baca Juga: BPS Gumas Matangkan Kesiapan Petugas SE 2026
Plt Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kobar, Saini, menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami S. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan hingga proses penanganan dan pemulangan selesai.
“Setelah kondisi kesehatan Saudara S stabil dan dinyatakan dapat pulang oleh pihak rumah sakit, kami akan memfasilitasi pemulangannya ke Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Saat ini kami juga sedang berupaya menelusuri dan menjalin komunikasi dengan pihak keluarga untuk mempersiapkan proses pemulangan yang bersangkutan,” tandasnya. (tyo/fm)
Editor : Farid Mahliyannor