PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat terus menata pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar agar dapat digunakan masyarakat dengan nyaman tanpa terganggu aktivitas perdagangan.
Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan, para pedagang yang selama ini memanfaatkan trotoar diarahkan kembali berjualan di area toko masing-masing. Penataan dilakukan secara bertahap guna meningkatkan pelayanan publik, khususnya akses bagi pejalan kaki.
Menurutnya, penataan kawasan kota menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, indah, dan nyaman. Pemerintah juga ingin menghadirkan wajah Kota Pangkalan Bun yang memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung.
Nurhidayah menegaskan, pembangunan kota tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan perkotaan, tetapi juga mengangkat budaya dan kearifan lokal sebagai identitas daerah. Penataan tersebut akan diwujudkan melalui tata kota yang rapi, asri, dan memiliki nilai estetika.
Selain menata trotoar, pemerintah daerah berencana membenahi sejumlah kawasan lain yang dinilai memiliki potensi ekonomi dan daya tarik wisata. Kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi ruang yang lebih representatif untuk dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami mohon maaf, bukan berarti ingin mempersulit, tetapi kami ingin mengembalikan fungsi trotoar dan UMKM juga kami carikan tempat yang representatif,” ujar Nurhidayah dalam sebuah kegiatan pekan lalu.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berharap masyarakat, pelaku usaha, dan pedagang dapat mendukung penataan tersebut demi mewujudkan Pangkalan Bun sebagai kota yang tertib, bersih, dan memiliki ciri khas budaya lokal yang kuat. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno