PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Pemerintah Desa Keraya bersama warga memasang geobag di bibir pantai Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, guna meminimalkan dampak abrasi akibat pasang laut, Minggu (17/5).
Pemasangan geobag dilakukan di RT 01 yang menjadi wilayah paling parah terdampak abrasi. Namun, pemasangan belum selesai sepenuhnya karena sebagian besar warga masih beraktivitas melaut.
Kepala Desa Keraya, Jumattollah, mengatakan pemerintah daerah telah menyalurkan 100 geobag untuk penanganan abrasi. Geobag tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat untuk dipasang di kawasan pantai masing-masing.
“Untuk di RT 01 yang terparah, panjang abrasi diperkirakan mencapai 600 meter. Saat ini belum semuanya terpasang karena warga banyak yang bekerja melaut,” ujarnya.
Selain memasang geobag, warga juga melakukan penimbunan jalan secara swadaya pada titik yang sudah tergerus abrasi. Upaya itu dilakukan karena Desa Keraya merupakan salah satu destinasi wisata pantai di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Jumattollah mengaku pemerintah desa mengalami kendala dalam peningkatan infrastruktur akibat keterbatasan aturan penggunaan dana desa.
“Kami ingin menganggarkan semenisasi jalan desa melalui dana desa, tetapi aturan tidak memperbolehkan,” katanya.
Ia berharap pemasangan geobag dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menahan abrasi yang semakin meluas akibat gelombang pasang dan cuaca pantai yang tidak bersahabat.
“Kalau pembangunan permanen seperti pemecah gelombang membutuhkan anggaran miliaran rupiah. Jadi, solusi sementara dengan geobag dinilai cukup membantu,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno