Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pertalite Eceran di Pangkalan Bun Tembus Rp17 Ribu per Liter

Koko Sulistyo • Rabu, 6 Mei 2026 | 11:01 WIB
Pertalite di tingkat eceran di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, menembus Rp17.000 per liter. (ilustrasi/gemini)
Pertalite di tingkat eceran di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, menembus Rp17.000 per liter. (ilustrasi/gemini)

  

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di tingkat eceran di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, menembus Rp17.000 per liter. Kenaikan harga ini dikeluhkan warga karena dinilai memberatkan di tengah sulitnya pasokan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga Pertalite eceran dijual mulai Rp15.000 hingga Rp17.000 per liter. Pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga karena harga dari pemasok juga meningkat dan pasokan sulit diperoleh.

Sebelumnya, pedagang membeli BBM dalam kemasan galon setara 20 liter seharga Rp220.000 hingga Rp225.000 dari pemasok. Namun, saat ini harga tersebut meningkat jauh di atas kondisi normal.

Sejumlah pedagang BBM eceran di Jalan Ahmad Yani, Adi Hidayat, menyatakan kenaikan harga bukan untuk mengambil keuntungan berlebih. “Ini bukan aji mumpung. Selain sulit mendapatkan pasokan, harganya juga sudah mahal, sehingga kami terpaksa menaikkan harga,” ujar mereka.

Warga Pangkalan Bun, Rinto, berharap pemerintah menetapkan pembatasan harga BBM di tingkat pengecer. Ia menilai tidak semua masyarakat dapat membeli BBM di SPBU karena antrean yang panjang.

“Kebutuhan BBM saya hanya untuk mengantar dan menjemput anak sekolah serta ke pasar. Sehari-hari saya membeli BBM eceran. Kalau ke SPBU hanya untuk dua liter, tetapi antreannya sangat panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembatasan harga diperlukan agar pedagang tidak menaikkan harga secara sepihak di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.

Selain Pertalite, harga solar eceran di wilayah pedesaan juga dilaporkan meningkat hingga Rp25.000 per liter. Warga Arut Utara, Sandi, mengatakan kondisi ini terjadi karena pasokan BBM yang semakin sulit diperoleh. (tyo/yit)

Editor : Heru Prayitno
#bbm subsidi #pertalite #kotawaringin barat