PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Kepolisian melakukan pengawasan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan aman dan lancar di tengah antrean panjang.
Pengawasan dilakukan di SPBU dalam Kota Pangkalan Bun, Kecamatan Arut Selatan, serta di Kecamatan Pangkalan Lada, Pangkalan Banteng, dan Kumai. Langkah ini diambil menyusul kemacetan akibat antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Petugas juga mengatur lalu lintas di SPBU dengan antrean panjang, seperti SPBU Paku Negara dan SPBU Afrian di Jalan Iskandar. Pengaturan dipimpin Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Barat.
“Kehadiran kami untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar, mencegah kemacetan, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengisi BBM,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas AKP Sugeng.
Selain pengaturan lalu lintas, petugas mengimbau pengendara agar tertib mengantre, tidak melawan arus, dan mengutamakan keselamatan. Operator SPBU juga diminta membantu mengatur kendaraan di dalam area agar tidak mengganggu arus jalan.
Polsek Kumai turut mengawasi tiga SPBU di wilayahnya guna mencegah penyalahgunaan BBM. Kapolsek Kumai Iptu Stefanus Rantealo menyebut pengawasan dilakukan di SPBU 61.741.01 PT Coco Panglima Utar di Desa Sei Kapitan serta SPBU 64.741004 dan PT Firdaus Kumai di Desa Sungai Tendang.
Dalam kegiatan tersebut, petugas berdialog dengan operator dan masyarakat. Pengelola SPBU diimbau menyalurkan BBM sesuai aturan, tidak melayani pembelian menggunakan jeriken tanpa rekomendasi, serta mencegah penimbunan.
“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun nonsubsidi,” ujar Stefanus.
Ia juga mengajak masyarakat tertib saat mengantre dan melaporkan indikasi penyimpangan distribusi BBM kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Agung Sugiarto menyebut stok BBM di SPBU PT Cahaya Tiara Lestari terdiri atas Bio Solar 8.000 liter, Dexlite 8.000 liter, Pertalite 16.000 liter, Pertamax 5.000 liter, dan Pertamax Turbo nihil.
Ia menegaskan imbauan Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Theodorus Priyo Santosa agar pengelola SPBU dan masyarakat menjaga keamanan, tidak melakukan penyalahgunaan BBM, serta menyamakan persepsi dalam penyaluran dan pengamanan untuk mencegah penimbunan.
Kapolsek Pangkalan Lada Iptu Suharto Sudarno menambahkan, patroli rutin di objek vital seperti SPBU merupakan langkah preemtif Polri untuk memastikan distribusi BBM lancar dan mencegah praktik penyimpangan.
“Apabila menemukan indikasi penyalahgunaan BBM, segera laporkan ke Polsek Pangkalan Lada,” ujarnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno