Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Antrean di SPBU Sangat Panjang, BBM Eceran Menghilang  

Koko Sulistyo • Rabu, 22 April 2026 | 04:15 WIB

 

Kendaraan roda dua dan roda empat berburu BBM di sejumlah SPBU di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa 21 April 2026.
Kendaraan roda dua dan roda empat berburu BBM di sejumlah SPBU di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa 21 April 2026.

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengular sejak beberapa hari terakhir. Selain itu, bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite juga dilaporkan menghilang di tingkat pengecer.

Antrean panjang terjadi di beberapa SPBU, antara lain di Jalan Pakunegara, Bundaran Tudung Saji, Jalan Diponegoro, dan Jalan Iskandar. Kondisi serupa juga terlihat di SPBU wilayah lingkar luar Kota Pangkalan Bun, seperti Kecamatan Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng. Antrean didominasi kendaraan roda dua dan roda empat.

Antrean terparah terjadi di SPBU Jalan Pakunegara yang mencapai lebih dari satu kilometer, membentang dari depan SPBU hingga simpang tiga SMPN 1 Arut Selatan. Antrean ini berlangsung sejak Senin (20/4) hingga Selasa (21/4).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasokan BBM di sejumlah SPBU terbatas. Pada Selasa pukul 09.00 WIB, Pertamax di SPBU Pangkalan Lima dilaporkan kosong. Sementara itu, SPBU di dekat SMP 6 Jalan Ahmad Yani hanya menyediakan BBM jenis Pertamax Turbo, dan SPBU di Jalan Iskandar depan Untama terpantau tutup pada pukul 12.00 WIB.

Kelangkaan tidak hanya terjadi di SPBU, tetapi juga di tingkat pengecer. Sejak Senin, BBM jenis Pertalite dilaporkan tidak tersedia di pedagang eceran di Kecamatan Pangkalan Lada.

Warga mengaku tidak mempermasalahkan kenaikan harga BBM di tingkat pengecer. Namun, kondisi saat ini dinilai lebih menyulitkan karena BBM sulit ditemukan.

Salah seorang warga, Udin, mengatakan dirinya kesulitan mendapatkan BBM sejak sehari sebelumnya. Ia baru berhasil memperoleh BBM setelah mengantre lebih dari satu jam di SPBU Bundaran Tudung Saji.

“Antrean Pertalite cukup panjang, tetapi Pertamax tidak terlalu. Saya antre sekitar satu jam. Kemarin sudah berkeliling, tetapi tidak mendapatkan BBM,” ujarnya.

Warga lainnya, Ikhsan, menyebut kelangkaan BBM di tingkat pengecer telah terjadi di wilayah Pangkalan Lada sejak Senin. Kondisi ini berdampak pada aktivitas pedagang sayur dan ikan yang bergantung pada BBM untuk distribusi barang dari Pasar Indrasari Pangkalan Bun.

“Kalau mahal masih bisa disesuaikan dengan biaya operasional, tetapi sekarang benar-benar sulit didapat,” katanya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#antrean bbm #spbu