KASONGAN,radarsampit.jawapos.com-Belum adanya perpustakaan sekolah terakreditasi di Kabupaten Katingan menjadi perhatian serius dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan literasi.
Kepala Bagian Perpustakaan dan Arsip Daerah Setda Katingan, Yosefa Jambang, mengatakan,kondisi ini tentu menyulitkan sekolah untuk mendapatkan bantuan, karena akreditasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan perpustakaan,” ujarnya.
Ditegaskannya, perpustakaan sekolah wajib memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) serta memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Karena itu, Yosefa berharap para guru dan pengelola perpustakaan sekolah dapat meningkatkan kapasitas melalui pembelajaran dari perpustakaan yang telah terakreditasi.
“Kami berharap para guru dan pengelola perpustakaan sekolah dapat belajar dari perpustakaan yang sudah terakreditasi, sehingga pengelolaan perpustakaan di sekolah bisa semakin baik,”ujarnya, dalam kegiatan Sosialisasi Nomor Pokok Perpustakaan dan Standar Nasional Perpustakaan di Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kamis (5/11/2026).
Yosefa juga menyoroti masih minimnya forum pengelola perpustakaan sekolah di Kabupaten Katingan. Dari 13 kecamatan, baru dua kecamatan yang memiliki forum tersebut.
Menurutnya, pembentukan forum di seluruh kecamatan perlu segera diwujudkan karena dapat membantu koordinasi, pembinaan, serta peningkatan kompetensi para pengelola perpustakaan.
Baca Juga: Empat Desa di Katingan Belum Terjangkau Internet, Starlink jadi Andalan
“Dari 13 kecamatan, saat ini baru ada dua forum pengelola perpustakaan sekolah. Padahal, keberadaan forum sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Yosefa mengungkapkan, pelaksanaan tugas perpustakaan dan arsip daerah masih menghadapi kendala kelembagaan.Dengan jangkauan pelayanan yang semakin luas dan beban kerja yang terus meningkat, status organisasi yang masih berbentuk bagian dinilai belum memadai untuk mendukung optimalisasi pelayanan.
Diungkapkannya, Kabupaten Katingan menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan yang kelembagaan perpustakaannya belum berbentuk dinas.
“Kami melihat tugas perpustakaan dan arsip daerah semakin berat, sementara jangkauan pelayanan semakin luas. Namun, kelembagaan kami masih berbentuk bagian. Ini menjadi salah satu kendala dalam menjalankan tugas dan fungsi secara maksimal,” jelasnya.
Yosefa mengungkapkan, pihaknya telah memperjuangkan pembentukan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah sejak 2023.Menurutnya, Peraturan Bupati dan struktur organisasi serta tata kerja (SOTK) untuk pembentukan kelembagaan tersebut telah terbit. Namun, realisasinya masih terkendala ketersediaan anggaran.
“Sejak 2023 kami sudah memperjuangkan agar Perpustakaan dan Arsip Daerah Katingan dapat dibentuk menjadi dinas tersendiri. Perbup dan SOTK sudah terbit, tetapi anggaran untuk pembentukannya belum tersedia,” tuturnya.
Ia memahami bahwa pembentukan organisasi perangkat daerah baru harus mempertimbangkan kondisi keuangan daerah, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Penambahan dinas baru memang terkendala anggaran dan efisiensi. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar ke depan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Katingan bisa segera terbentuk,” harapnya.
Sementara itu, Plt. Korwil Dinas Pendidikan Nasional Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Yahya, menekankan pentingnya pengelolaan perpustakaan sekolah secara efektif agar koleksi buku benar-benar dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
Ia mengingatkan agar buku-buku yang tersedia tidak hanya disimpan, tetapi dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pengetahuan peserta didik.
Yahya berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat memberikan pemahaman kepada guru dan pengelola perpustakaan mengenai tata kelola perpustakaan yang baik, termasuk pemenuhan Nomor Pokok Perpustakaan dan Standar Nasional Perpustakaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dan pengelola perpustakaan dapat memahami bagaimana mengelola buku dan perpustakaan dengan baik, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi siswa,” pungkasnya. (Ktr-3/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama