PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengungkapkan, sebanyak 36 helikopter dari delapan negara difasilitasi untuk mendukung operasi penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Kalteng menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan armada tersebut. Salah satunya helikopter Kamov asal Rusia yang disewa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Diperbantukan untuk operasi di Kalteng.
“Helikopter tersebut dipersiapkan untuk menjalankan misi water bombing. Salah satu armada dari Rusia dijadwalkan mulai beroperasi di Kalteng pada 15 September.,” ujarnya.
Di tengah masifnya pemantauan titik panas, Agustiar mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta menganggap setiap hotspot sebagai kebakaran.Temuan hotspot dari pemantauan udara maupun satelit, menurutnya, tetap harus diverifikasi di lapangan untuk memastikan keberadaan api.
Baca Juga: Titik Api di Luar Jangkauan, Kotim Tunggu Dukungan Water Bombing
“Hotspot itu belum tentu kebakaran. Yang kebakaran itu fire spot namanya,” tegas Agustiar.
Untuk penanganan karhutla di kawasan hutan, Agustiar memastikan tidak ada persoalan perizinan yang menghambat petugas. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait penanganan kebakaran di kawasan tersebut.“Tidak ada masalah,” tambahnya.
Pemerintah lanjutnya, juga memastikan warga yang terdampak tetap mendapat perhatian, termasuk mahasiswa.Agustiar mengatakan bantuan akan diberikan kepada masyarakat Kalteng yang terdampak.
“Seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak, InsyaAllah menerima bantuan. Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi bukan soal nilainya. Yang penting kita bersama-sama merasakan perjuangan dan kesulitan yang dihadapi,” ujarnya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama