DPRD Kalteng Minta Jalan di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas

Yusho Ricky Prayoga • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

 

FOTO FERRY HAIDIR
FOTO FERRY HAIDIR

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Ferry Khaidir mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan Pembangunan infrastruktur jalan guna memastikan konektivitas antardaerah.

Ia meminta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota menyusun peta prioritas pembangunan jalan berbasis ketimpangan wilayah dengan mengutamakan daerah yang paling dianggap membutuhkan.

"Ya, utamakan yang paling tertinggal, aksesnya sulit, dan paling besar dampak sosialekonominya. Jangan sampai pembangunan hanya di wilayah yang sudah memiliki akses," katanya, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Jabatan Baru, Bupati Kotim Minta Pejabat Segera Buktikan Kinerja

Memang jika melihat data pemerintah provinsi 2025, kemantapan jalan provinsi mencapai 87,33 persen. Namun terdapat persoalan yang jauh lebih serius, karena jalan kabupaten dan kota tingkat kemantapannya baru mencapai 38,44 persen.

Tentunya kondisi ini secara tidak langsung membuat masyarakat membayar biaya transportasi lebih mahal, kemudian ada hasil pertanian yang terlambat sampai pasar, dan anak sekolah yang harus melewati jalan yang sulit,

"Kalau kondisi jalan masih kurang baik, bagaimana kita berbicara pertumbuhan ekonomi, bagaimana kita berbicara pemerataan kesejahteraan? Ini yang harus diperhatikan," ucapnya.

Baca Juga: Kasus ISPA Mulai Naik di Kotim, Warga Diminta Waspada Kabut Asap

Anggota Komisi III ini menekankan pentingnya peta prioritas pembangunan jalan agar  di tengah efesiensi anggaran ini pemerintah masih bisa menetapkan percepatan pembangunan sesuai dengan kebutuhan daerah dan masyarakat.

"Kalteng inikan memang luas, namun jangan sampai ini menjadi alasan membiarkan masyarakat di pedalaman, pesisir, perbatasan, dan wilayah  terpencil menerima kualitas pelayanan publik yang lebih rendah," pungkasnya. (sho/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
daerah tertinggal DPRD Kalteng insfrastruktur legislatif jalan