PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Perlawanan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat. Api yang masih mengancam sejumlah wilayah membuat pemerintah daerah bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat bergerak all out. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 10.700 personel disiagakan untuk mempercepat penanganan karhutla di berbagai wilayah.
Di tengah upaya pemadaman, dampak asap juga mulai mencekik aktivitas masyarakat. Pemerintah pun memperkuat perlindungan warga dengan membagikan masker, vitamin, makanan tambahan, hingga memperluas distribusi air bersih.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bahkan turun langsung membagikan masker bersama awak media di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Minggu (13/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, gubernur sempat menggunakan oksigen untuk membantu pernapasan.
Agustiar mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan kekuatan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan aparat dan seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Gibran Tinjau Karhutla Kalteng, Pemprov Minta Tambahan Helikopter
“Pemerintah melakukan kolaborasi bersama-sama membagikan masker sebagai kewajiban yang harus hadir. Selain masker, kita juga membagikan vitamin, bubur kacang hijau, dan vitamin lainnya untuk menjaga kesehatan,” ujar Agustiar.
Dukungan pemerintah pusat juga ikut memperkuat penanganan. Bantuan tersebut antara lain berupa 100 unit mobil pemadam kebakaran, ekskavator, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
“Kolaborasi terus kita lakukan bersama TNI, Polri, dan elemen masyarakat. Mahasiswa dan pihak terkait juga siap bergabung dan berkoordinasi untuk mengantisipasi karhutla,” katanya.
Penanganan karhutla, lanjut Agustiar, tidak berhenti pada pemadaman api. Pemprov Kalteng juga fokus menangani dampak yang langsung dirasakan masyarakat, terutama persoalan air bersih.
Sejak status darurat ditetapkan, pembagian masker dan penyediaan air bersih terus ditingkatkan. Distribusinya diperluas ke desa-desa dan wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Pembagian masker dan air bersih mulai kita tingkatkan. Air bersih kita sebar dan perluas ke berbagai desa dan daerah yang membutuhkan akses air,” jelasnya.
Pembangunan sumur bor juga terus dilakukan. Hingga kini, ratusan sumur bor telah dibangun dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan. Pengisian ulang air mineral dan galon juga dilakukan di sejumlah titik.
Pemprov Kalteng juga terus menyiapkan posko oksigen, bantuan kesehatan, serta kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.
Agustiar mengakui tantangan penanganan karhutla tahun ini tidak ringan. Karakteristik lahan gambut dan musim kemarau panjang membuat api lebih sulit dikendalikan.
“Ancaman Karhutla yang kita hadapi di Kalimantan Tengah bukanlah persoalan sederhana. Karakteristik lahan gambut, ditambah musim kemarau panjang akibat El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober bahkan awal November 2026, membuat tantangan penanganan semakin berat,” tuturnya.
Meski demikian, dia optimistis persoalan tersebut dapat diatasi dengan kekuatan bersama.
“Seberat apa pun tantangan, saya yakin akan mampu kita atasi selama ada semangat kebersamaan. Bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi bagaimana seluruh kekuatan dapat bergerak bersama untuk menanggulangi Karhutla demi satu tujuan, yaitu melindungi keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama