PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Sinergi TNI dan Polri kembali diperkuat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turun langsung mengecek sekaligus memantau proses pemadaman karhutla di Jalan Tjilik Riwut Km 23, Kota Palangka Raya.
Dari hasil pemantauan, masih ditemukan sejumlah titik yang berpotensi memunculkan api kembali. Pemadaman kemudian dilakukan menggunakan helikopter water bombing, terutama pada area yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
“Ada beberapa titik yang dilakukan pemadaman kembali hingga sampai ke wilayah Km 23 Tjilik Riwut. Kami dengan Pak Pangdam mengecek langsung dan juga menggunakan drone. Terpantau ada titik hot spot yang masih ada, langsung dilakukan pemadaman menggunakan helikopter,” kata Iwan Kurniawan, Kamis (10/9/2026).
Pengecekan juga dilakukan terhadap lahan yang sebelumnya telah dilalap api. Langkah tersebut untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Termasuk pada sejumlah area yang kini berada dalam pengamanan penyidik kepolisian. Pemadaman lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan lokasi benar-benar aman.
“Sampai saat ini tim pemadam semuanya terus melakukan upaya pemadaman di berbagai lokasi karhutla. Baik yang baru maupun yang sudah dipadamkan sebelumnya. Termasuk juga adanya hot spot dilakukan pemadaman tambahan baik dari darat maupun udara,” terang Iwan Kurniawan.
Baca Juga: Karhutla Masih Rawan, Kalteng Percepat Langkah Penanganan
Sementara itu, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui operasi pemadaman. Kepolisian juga memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak, terutama anak-anak.
Perwira Pendamping Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-67 Kombes Pol Asrial Kurniansyah mengatakan, Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-67 T.A. 2026 menggelar trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak karhutla di Jalan Gurame, Kota Palangka Raya.
Ia menekankan, melalui kegiatan tersebut, para Serdik memberikan pendampingan dan dukungan moril kepada masyarakat yang merasakan dampak karhutla. Pendekatan dilakukan secara humanis melalui berbagai kegiatan interaktif untuk menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan, khususnya bagi anak-anak.
Selain pendampingan psikologis, para Serdik juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah karhutla.
Edukasi terutama menyasar kawasan permukiman yang memiliki potensi rawan kebakaran. Masyarakat diajak memahami dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial.
“Melalui komunikasi langsung tersebut, kepolisian mendorong masyarakat melakukan langkah pencegahan sejak dini dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran,”pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama