Kunjungi Kalteng, Wapres Dapat Permintaan Tambahan Dukungan Penanganan Karhutla

Yusho Ricky Prayoga • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 21:28 WIB

 

KOORDINASI: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat berkunjung ke Kalteng, Kamis (10/9/2026). FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT
KOORDINASI: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat berkunjung ke Kalteng, Kamis (10/9/2026). FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengharapkan adanya tambahan dukungan untuk lebih mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah provinsi ini.

Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ke Kalteng untuk melihat secara langsung kondisi karhutla sekaligus upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah, Kamiss (10/9/2026).

"Ya saat ini perlu tambahan operasional, hingga penambahan helikopter. Kebutuhan ini penting untuk mempercepat penanganan di lapangan," katanya.

Baca Juga: Audit BPK Jadi Acuan, Pemkab Seruyan Sesuaikan Silpa dalam Perubahan APBD 2026

Ia menyebutkan, kondisi karhutla di Kalteng hingga awal September masih cukup serius. Sejumlah kabupaten dan kota mengalami peningkatan titik panas, kejadian kebakaran, maupun luasan lahan yang terbakar.

"Pemerintah daerah sebetulnya telah memperkuat kesiapsiagaan dengan mengerahkan personel, sarana dan prasarana, serta dukungan operasional," ucapnya.

Meski secara penanganan sudah dilakukan seoptimal mungkin, namun pemerintah tetap menghadapi sejumlah hambatan, khususnya berkaitan dengan akses menuju titik kebakaran yang sulit serta terbatasnya sumber air.

Baca Juga: Bupati Gumas Tegaskan Tak Ada Dana Aspirasi

Hal inilah yang menjadi dasar pemerintah provinsi mengharapkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat. Salah satunya berupa penambahan armada helikopter untuk membantu pemadaman melalui udara di lokasi yang sulit dijangkau petugas.

"Selain armada udara, kebutuhan lain juga perlu tambahan. Itu kita perlukan,  peralatan pemadaman, dukungan operasional, termasuk pembangunan sumur bor dan embung," ucapnya.

Baca Juga: Karhutla Kalteng, DPRD Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat

Ia menambahkan, dampak kebakaran juga dirasakan masyarakat melalui penurunan kualitas udara. Di sejumlah wilayah, kondisi udara sempat berada dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya akibat paparan asap.

"Secara kebencanaan, Kalteng sudah status tanggap darurat karhutla. Sekarangkan semua sudah bergerak tersebar, tapi secara bantuan tetap kita butuhkan tambahan," pungkasnya. (sho/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
wapres kalteng karhutla gibran kunjungan