Gubernur Kalteng: Jangan Loyo, Karhutla Masih Mengancam

Yusho Ricky Prayoga • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 21:53 WIB

 

RAKOR; Gubernur Kalteng saat memimpin Rapat Koordinassi Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT
RAKOR; Gubernur Kalteng saat memimpin Rapat Koordinassi Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, memastikan pemerintah daerah dan perangkat terkait sudah siaga total menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan pada Oktober atau awal November 2026.

Ia menyebutkan sudah memerintahkan kabupaten dan kota menjaga kesiapsiagaan penuh hingga kondisi benar-benar aman, khususnya yang berkaitan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Jangan loyo, inikan kemarau masih panjang yang artinya kita terus diancam karhutla. Sampai awal November sangat jauh, jadi harus siagakan semua yang ada," katanya, kemarin.

Baca Juga: Masuk September, DPRD Kalteng Dorong Percepatan Anggaran

Tentunya kondisi kemarau ini akan terus menjadi peringatan, sehingga mengharuskan penanganan karhutla menekankan pentingnya kekuatan yang terjaga dari awal hingga akhir.

"Ini sama saja kita sekarang lari maraton, bukan lari jarak dekat. Kita tentu berharap karhutla bisa cepat berlalu, tapi kita harus mempersiapkan diri untuk perjuangan yang panjang," ucapnya.

Orang nomor satu di Kalteng juga secara tegas meminta alasan efisiensi anggaran tidak sampai menghambat penanganan karhutla. Baginya, keselamatan masyarakat berada di atas kepentingan efisiensi belanja pemerintah.

Baca Juga: Polres Kotim kembali Amankan Terduga Pembakaran Lahan.Mengaku Diupah Rp500 Ribu

Justru di tengah kondisi sekarang ini penggunaan anggaran harus mengutamakan penanganan karhutla dengan tidak melupakan program prioritas. Hal ini penting agar kegiatan utama tetap berjalan, dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Jangan sampai kita hanya kuat di awal, lalu kehabisan tenaga. Kita harus kuat dari semua sisi, koordinasinya, personel, perangkat, hingga anggaran diperhatikan," pungkasnya. (sho/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering kemarau kalteng kabut asap karhutla