Sumber Air Jadi Kendala Pemadaman, Gubernur Kalteng Perintahkan Tambah Sumur Bor

Yusho Ricky Prayoga • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:51 WIB

 

BERI ARAHAN: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan arahan saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla. FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT
BERI ARAHAN: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan arahan saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla. FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menambah sarana sumber air di wilayah yang rawan kebakaran.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama ketika petugas melakukan pemadaman, terutama di kawasan hutan. Karena itu, pemerintah akan menambah sumur bor di sejumlah titik strategis.

“Kendala itu saat masuk ke wilayah hutan yang sumber airnya kurang. Ini jadi masalah saat pemadaman. Jadi sudah dibahas bersama supaya ditambah sumur bor,” katanya.

Baca Juga: PAD Kalteng 2027 Ditarget Rp3 Triliun, DPRD Optimistis Tembus Target

Agustiar meminta pemetaan dilakukan sebelum pembangunan agar sumur bor berada di lokasi yang mudah dijangkau petugas dan tim pemadam.

Sejumlah wilayah menjadi prioritas, antara lain Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan.

“Sumur bor harus ditambah di lokasi yang memang membutuhkan. Petakan titiknya dengan baik, sehingga ketika terjadi kebakaran, sumber air sudah tersedia,” ujarnya.

Selain penambahan sarana, Agustiar meminta seluruh unsur penanganan karhutla memperkuat koordinasi. Pemerintah daerah, petugas pemadam dan unsur terkait diminta bergerak bersama dalam menghadapi potensi kebakaran.

Baca Juga: Mabes Polri Kirim Tambahan Peralatan dan Personel untuk Padamkan Karhutla di Kalteng

Ia juga menegaskan penanganan tidak berhenti setelah api dipadamkan. Lokasi bekas kebakaran harus tetap dipantau untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.

“Kita harus bekerja sampai tuntas. Setelah api padam, jangan langsung ditinggalkan. Pastikan lokasinya aman dan lakukan pemantauan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (sho/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
kemarau pemprov kalteng kabut asap karhutla sumur bor