PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kalimantan Tengah (Kalteng). Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng mendapat tambahan kekuatan berupa 48 personel BKO Satgas Edukasi Karhutla dari Lemdiklat Polri untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Selain personel, Polda Kalteng juga menerima bantuan sarana dan prasarana (sarpas) dari Kapolri dan Mabes Polri. Bantuan tersebut antara lain berupa alat pemadam, selang, penampung air, tabung gas, masker, hingga alat pelindung diri (APD).Bantuan dan personel BKO tersebut diterima Polda Kalteng dalam kegiatan di Lapangan Barigas, Mapolda Kalteng, Jumat (28/8).
Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Yosi Muhamartha mengatakan, pengerahan personel BKO merupakan bentuk atensi Mabes Polri terhadap meningkatnya kasus karhutla di sejumlah daerah, termasuk Kalteng.
"Polda Kalteng melaksanakan dua kegiatan utama. Pertama, kami menerima BKO Satgas Edukasi Karhutla dari Lemdiklat Polri sebanyak 48 personel," ujar Yosi usai kegiatan.
Puluhan personel tersebut akan disebar ke sejumlah Polres jajaran Polda Kalteng. Mereka bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat langkah pencegahan karhutla di wilayah masing-masing.
Yosi menyebut sejumlah wilayah menjadi perhatian karena terdapat titik panas atau hotspot. Di antaranya Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat."Personel ini akan ada selama 10 hari dan disebar ke seluruh Polres di Kalteng," jelasnya.
Menurut Yosi, penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman. Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar kebakaran tidak semakin meluas.
Baca Juga: Powder Pemutus Api Digunakan untuk Hambat Karhutla di Kalteng
Polda Kalteng juga mendapat dukungan peralatan dari Kapolri untuk memperkuat pemadaman di lapangan. Sebagian bantuan telah tiba, sedangkan peralatan lainnya masih dalam proses pengiriman melalui Bandara Banjarmasin.
"Seluruh bantuan sarpras ini akan langsung kami distribusikan ke Polres jajaran agar upaya pencegahan dan pemadaman api di lapangan dapat berjalan lebih optimal," katanya.
Bantuan tersebut diharapkan membuat petugas lebih siap ketika harus berjibaku dengan api di lapangan. Peralatan yang diterima meliputi alkon, selang, penampung air, alat pemadam, masker oksigen, serta perlengkapan perlindungan diri.
Di sisi lain, Yosi mengingatkan agar karhutla tidak sampai menimbulkan dampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.
"Bandara merupakan pintu utama transportasi Kalteng. Jangan sampai penerbangan terganggu atau bandara ditutup akibat asap karhutla," ujarnya.
Dampak karhutla terhadap sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Kepolisian berharap kabut asap tidak semakin parah hingga mengganggu kegiatan belajar mengajar dan memaksa sekolah diliburkan."Kita upayakan bersama stakeholder terkait melalui kolaborasi untuk mencegah agar api tidak semakin besar," katanya.
Yosi juga mengungkapkan kondisi udara di Palangka Raya yang mulai terdampak kabut asap. Bahkan, aktivitas olahraga pada Jumat pagi ditiadakan karena kualitas udara dinilai tidak lagi ideal.
"Dari pagi sudah tidak olahraga karena kondisi kabut semakin pekat. Menurut dokter, kondisi seperti ini sudah tidak cocok untuk olahraga," ungkapnya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama