Hadapi Kabut Asap, Faskes di Kotim Siagakan Ruang Oksigen

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 21:04 WIB
Upaya mencegah peningkatan ISPA, petugas Dinkes Kotim membagikan masker kepada masyarakat, baru-baru ini. (istimewa/Dinkes Kotim)
Upaya mencegah peningkatan ISPA, petugas Dinkes Kotim membagikan masker kepada masyarakat, baru-baru ini. (istimewa/Dinkes Kotim)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum bisa diredam. Diantaranya dari pembagian masker hingga penyediaan ruang oksigen di seluruh fasilitas kesehatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kotim Ali mengatakan,  kesiapsiagaan dilakukan sejak dini agar pelayanan kesehatan tetap berjalan apabila kabut asap semakin pekat.

"Dinas Kesehatan telah menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan sebagai pedoman menghadapi potensi kedaruratan kesehatan selama musim kemarau," ujarnya.

Selain itu, seluruh puskesmas diminta memperluas distribusi logistik kesehatan hingga tingkat desa. Logistik tersebut meliputi obat-obatan, bahan habis pakai, hingga oralit utnuk mengantisipasi meningkatnya kasus penyakit.

Ali menjelaskan, pemantauan penyakit juga dilakukan secara real time melalui seluruh fasilitas kesehatan. Laporan yang diterima setiap minggu d an setiap bulan menjadi dasar dalam menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih cepat.

Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk, Satgas Karhutla Kotim Pertimbangkan Penyesuaian Jam Sekolah

"Distribusi masker kepada masyarakat juga sudah dilakukan dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi kabut asap," ujarnya.

Tak hanya itu, seluruh puskesmas, rumah sakit, hingga Public Safety Center (PSC) juga diminta menyiapkan ruang oksigen apsbila kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Dinas Kesehatan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kekurangan logistik kesehatan.

Ali memastikan, stok obat-obatan masih mencukupi untuk saat ini. Namun apabila kebuthan meningkat akibat kondisi darurat, pihaknya akan mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kalteng. (yn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
oksigen fasilitas kesehatan kabut asap masker karhutla