Kalteng Masuk Puncak Kemarau, Gubernur Perintahkan Daerah Siaga Karhutla

Farid Mahliyannor • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 20:30 WIB

 

PEMANTAUAN: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran pada kegiatan monitoring Karhutla. FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT
PEMANTAUAN: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran pada kegiatan monitoring Karhutla. FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota untuk siaga penuh melakukan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) agar tidak semakin meluas.

Ia menginstruksikan seluruh kepala daerah memerhatikan daerah masing-masing, mengingat seluruh kabupaten dan kota di wilayah ini punya tingkat kerawanan tinggi terhadap ancaman Karhutla.

"Apalagi inikan kita di Kalteng sudah memasuki puncak musim kemarau, yang kalau dilihat dari siklusnya itu sangat rawan kebakaran hutan, jadi ini bisa perhatikan daerah masing-masing," katanya, kemarin.

Baca Juga: Perangi Peredaran Narkotika, Pemkab Gunung Mas Gercep Siapkan Lahan, Kantor, hingga Anggaran Rp500 Juta untuk BNNK

Bupati dan Wali Kota selaku pemegang kebijakan di daerahnya harus memastikan seluruh sarana dan prasarana, hingga personel dalam kondisi baik. Jangan sampai di tengah situasi seperti sekarang ini masih terjadi kekurangan sumber daya.

"Saya ingatkan Bupati dan Wali Kota agar siaga penuh selama musim kemarau. Jangan menunggu kebakaran meluas baru bergerak. Peralatan tolong diperhatikan jangan sampai ada yang kurang," ucapnya.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Kalteng ini juga mengingatkan pemerintah daerah mengoptilkan keberadaan posko siaga, meningkatkan patroli di kawasan rawan yang sebelumnya sudah dipetakan.

Baca Juga: Kabut Asap Mulai Kepung Kalteng, DPRD Desak Koordinasi Lintas Daerah Diperkuat

Ia mengingatkan agar semua pihak tidak lengah dengan situasi sekarang ini, mengingat soal Karhutla ini tidak hanya bicara kabut asap, tetapi juga dampak lain yang berkaitan dengan perekonomian daerah.

"Saya ingkatkan jangan sampai lengah, sehingga harus ada prioritas di sektor ini. Kita pastinya sama-sama tidak ingin ekonomi terganggu akibat bencana ini, makanya harus cepat bergerak," pungkasnya. (sho/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering gubernur kemarau kalteng karhutla