Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jembatan Box Culvert Trans Kalimantan Ambruk, DPRD Kalteng Minta Audit Total Insfrastruktur Jalan

Rado. • Senin, 6 Juli 2026 | 11:11 WIB
Akses jalan penghubung Trans Kalimantan Kasongan menuju Sampit putus total setelah sebuah jembatan box culvert ambruk di Kilometer 10 ruas Kasongan–Kereng Pangi, Minggu (5/7/2026).
Akses jalan penghubung Trans Kalimantan Kasongan menuju Sampit putus total setelah sebuah jembatan box culvert ambruk di Kilometer 10 ruas Kasongan–Kereng Pangi, Minggu (5/7/2026).

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Ambruknya box culvert di Kilometer 11 ruas Jalan Trans Kalimantan jalur Kasongan–Kereng Pangi menjadi alarm serius bagi kondisi infrastruktur jalan nasional di Kalimantan Tengah. 

Insiden yang sempat memutus total arus lalu lintas itu mendorong Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng melakukan audit menyeluruh terhadap jembatan dan box culvert di sepanjang jalur Trans Kalimantan.

Menurut Hafid, kerusakan tersebut tidak boleh dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri.

Pemerintah perlu segera melakukan investigasi, inventarisasi, dan pemetaan terhadap seluruh infrastruktur yang berpotensi mengalami kerusakan, terutama jembatan dan box culvert yang telah berusia puluhan tahun maupun berada di kawasan rawan erosi.

"Ini jalur vital Trans Kalimantan. BPJN perlu melakukan investigasi dan inventarisasi terhadap jembatan maupun box culvert yang rentan agar kejadian seperti ini tidak terulang," kata Hafid, Senin (6/7/2026).

Politisi yang juga Ketua DPD PAN Kotawaringin Timur itu menilai pemerintah harus memiliki basis data yang akurat mengenai usia, kondisi, serta tingkat kelayakan setiap jembatan dan box culvert sebagai dasar penentuan prioritas rehabilitasi.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur tidak boleh lagi sekadar bersifat tambal sulam, tetapi harus berbasis hasil evaluasi teknis di lapangan.

Hafid juga menyoroti masih lemahnya pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dinilai menjadi salah satu faktor mempercepat kerusakan jalan dan jembatan.

 Selain penindakan yang lebih tegas, ia mendorong pemerintah mulai merancang peningkatan kelas jalan sekaligus menyiapkan jalur alternatif agar distribusi logistik tidak lumpuh ketika terjadi kerusakan pada salah satu titik.

Sebelumnya, jembatan box culvert di KM 11 ruas Kasongan–Kereng Pangi ambruk pada Minggu pagi sehingga memutus total arus kendaraan di jalur Trans Kalimantan. 

Perbaikan darurat menggunakan alat berat selesai sekitar pukul 18.35 WIB, namun arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka-tutup satu jalur secara bergantian. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
#jembatan box culvert #trans kalimantan