Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Agustiar Sabran: Kalteng Harus Produksi Beras Sendiri, Stop Bergantung dari Luar

Yusho Ricky Prayoga • Jumat, 3 Juli 2026 | 21:00 WIB
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran memastikan pemerintah provinsi terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi beras agar memenuhi kebutuhan dalam daerah.

Ia menyebutkan, saat ini Kalteng sudah memiliki Rice Milling Unit (RMU) dan Rice to Rice (RtR) di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kotawaringin Timur, yang menjadi sarana produksi pangan dari hasil pertanian lokal.

"Karena kita inikan selalu datangkan dari luar, terutama untuk beras. Padahal gabahnya itu dari kita, lalu dijual lagi dalam bentuk beras ke sini. Jadi kami sudah mengantipasi yang seperti ini," katanya, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Hari Bhayangkara Perkuat Sinergi Pemkab-Polres Gumas

Tentunya dengan sistem pertanian modern yang sekarang terus dikembangkan pemerintah, diharapkan tidak ada lagi gabah yang dijual ke luar daerah dan harus diproduksi sendiri menjadi beras supaya masyarakat merasakan nilai tambahnya.

Orang nomor satu di Kalteng ini menegaskan, upaya ini dilakukan supaya hasil pertanian lokal berputar di dalam daerah yang nantinya membuat harga beras di pasaran lebih terkendali.

"Inikan bagian dari upaya menghidupkan perekonomian kerakyatan, supaya kita tidak lagi berharap dari luar dan tidak ada lagi yang namanya inflasi beras. Kalteng harus mencukupi kebutuhan sendiri," ucapnya.

Baca Juga: PAD Tembus Rp2,6 Triliun, DPRD Kalteng Dorong Kemandirian Fiskal

Menurutnya produksi pertanian di provinsi ini sudah besar dengan semakin meningkatkanya luas tanam setiap tahun. Hal itu tidak lepas dari kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang terus menggenjot pemanfaatan lahan untuk kegiatan cetak sawah.

"Kita ingin seluruh proses dilakukan di sini, penanaman, panen, penggilingan, hingga pengemasan di Kalteng. Jangan sampai produksinya di luar, karena petani dan masyarakat tidak akan merasakan manfaatnya," pungkasnya. (sho/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#agustiar sabran #swasembada beras #pertanian #gubernur #kalteng