Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mengenang Sang Legenda Dayung yang Berpulang ke Pangkuan Bumi Tambun Bungai! Gubernur Kalteng Melayat, Kagumi Sosok Subandi S. Musan

Dodi Abdul Qadir • Selasa, 16 Juni 2026 | 21:06 WIB
MELAYAT : Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memberikan penghormatan terakhir kepada legenda dayung nasional, Subandi S. Musan di rumah duka Jalan Yos Sudarso V Nomor 100 A, Palangka Raya, Senin malam (15/6/2026). FOTO: DODI/RADAR SAMPIT
MELAYAT : Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memberikan penghormatan terakhir kepada legenda dayung nasional, Subandi S. Musan di rumah duka Jalan Yos Sudarso V Nomor 100 A, Palangka Raya, Senin malam (15/6/2026). FOTO: DODI/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran secara langsung melepas kepergian legenda dayung nasional, Subandi S. Musan, di rumah duka, Senin malam (15/6/2026). Sang "pejuang lintasan air" ini wafat meninggalkan sederet prestasi emas bagi Indonesia.

Selembar kain putih tampak membentang di kediaman sederhana Jalan Yos Sudarso V Nomor 100 A, Palangka Raya, Senin malam (15/6/2026). Di balik pintu kayu itu, denyut nadi seorang pejuang telah berhenti. 

Subandi S. Musan, nama yang dulu begitu ditakuti di lintasan air, kini telah menyelesaikan "balapan" terakhirnya melawan penyakit yang tujuh bulan terakhir menggerogoti tubuhnya.

Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang di Kobar Kompak Turun

Pukul 22.36 WIB, tepat saat malam mulai merangkak sunyi, legenda dayung nasional itu mengembuskan napas terakhirnya. Kepergiannya meninggalkan lubang besar dalam sejarah olahraga Kalimantan Tengah.

Tak berselang lama, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, datang tergesa. Tanpa protokoler yang kaku, orang nomor satu di Kalteng itu masuk ke rumah duka, membaur bersama pelayat, dan menatap lekat wajah almarhum untuk kali terakhir.

Bagi Agustiar, Subandi bukan sekadar mantan atlet. Ia adalah monumen hidup yang membangun reputasi Bumi Tambun Bungai di mata dunia.

Baca Juga: Pengawasan LPG dan MinyaKita Diperketat untuk Cegah Penyelewengan

"Beliau sosok yang luar biasa. Atlet sekaligus pelatih yang membawa nama Kalimantan Tengah hingga dikenal di tingkat dunia," ujar Agustiar dengan nada berat.

Menembus Batas, Menantang Dunia

Jika menilik rekam jejaknya, hidup Subandi adalah sebuah dedikasi yang panjang. Sejak PON VIII tahun 1973, ia telah menjadi "hantu" bagi lawan-lawannya di lintasan. Medali emas demi medali emas ia persembahkan untuk Kalteng.

Namun, panggung sejatinya mulai terbuka lebar pada Kejurnas Kendari 1986. Berduet dengan Benson di nomor Kayak-2, Subandi menunjukkan bahwa putra daerah mampu mendominasi nasional. Kemenangan itu seolah menjadi tiket baginya untuk mengepakkan sayap lebih jauh ke kancah internasional.

Baca Juga: Distribusi MinyaKita di Kotim Akan Dievaluasi, Ini Langkah Pemkab

Nama Subandi kemudian menggema hingga ke Hong Kong saat ia mempersembahkan emas di Kejuaraan Dunia Dragon Boat. Puncaknya, pada SEA Games 1987 di Jakarta, di hadapan publik sendiri, ia berdiri di podium tertinggi, mengibarkan kebanggaan Indonesia di panggung Asia Tenggara.

Warisan yang Tak Lekang

Gubernur Agustiar mengenang Subandi sebagai sosok yang sejajar dengan para legenda bangsa. Baginya, raihan emas tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti otentik bahwa dengan kerja keras, anak daerah bisa berdiri tegak di level global. Dedikasi itu bahkan telah mendapat pengakuan resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Di rumah duka, suasana haru tak terbendung. Keluarga dan rekan sejawat tampak terpukul. Namun, di balik rasa kehilangan, ada rasa bangga yang tersisa. Bahwa sang "Pejuang Lintasan Air" ini telah menuntaskan tugasnya dengan sempurna.

Baca Juga: Gandeng Kreator Lokal, Pemkab Kotim Optimalkan Promosi Budaya dan Informasi Daerah

"Saya atas nama masyarakat Kalimantan Tengah mengucapkan terima kasih atas berbagai capaian beliau. Saya juga atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan turut berduka cita," tutur Agustiar sembari menyalami keluarga yang ditinggalkan.

Kini, sang legenda telah beristirahat. Riak air yang dulu sering ia belah dengan dayungnya akan menjadi saksi bisu tentang seorang putra terbaik Kalteng yang pernah membuat dunia berdecak kagum. Selamat jalan, Subandi S. Musan. (*)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#Legenda dayung #melayat #subandi S Musan #tokoh olahraga #gubernur kalteng