PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto mengingatkan pemerintah daerah kabupaten dan kota lebih proaktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat terkait realisasi program revitalisasi sekolah.
Ia menegaskan, upaya jemput bola dari pemerintah daerah sangat diperlukan agar kebutuhan pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan mendapat perhatian lebih cepat dari pemerintah pusat.
"Jadi daerah bisa komunikasi dengan kementerian terkait, sejauh mana realisasinya untuk tingkat daerah. Ini yang perlu diketahui supaya program ini bisa terlaksana," katanya, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Cabai Rawit Masih Termahal, Bawang Merah Sentuh Rp56 Ribu
Memang data sekolah yang membutuhkan perbaikan memang sudah tercatat dalam sistem Dapodik, sehingga proses tindak lanjutnya bisa berjalan lebih cepat dan hasilnya lebih nyata bagi daerah.
Hanya saja perlu dipahami, jika pemerintah daerah hanya mengandalkan usulan yang masuk melalui sistem, maka proses penanganan sekolah rusak berpotensi memerlukan waktu yang lebih panjang karena harus menunggu antrean program dari pusat.
"Karena itu pemda harus melakukan pendekatan langsung supaya membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk memperoleh tambahan dukungan anggaran maupun kuota program revitalisasi," ucapnya.
Baca Juga: Jangan Tergiur Harga Murah, Warga Kotim Diingatkan Waspadai Beras Palsu
Politikus Partai Gerindra ini menyebutkan, keberhasilan pendekatan langsung ini sudah dibuktikan oleh pemerintah provinsi. Di mana pada tahun 2026 ini berhasil memperjuangkan program revitalisasi 100 sekolah.
"Intinya capaian tersebut menjadi bukti bahwa koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat. Jadi ke depan kabupaten dan kota kita harapkan melakukan hal yang sama," pungkasnya. (sho/fm)
Editor : Farid Mahliyannor