Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Nilai Dolar Belum Pengaruhi Harga Emas di Sampit

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 27 Mei 2026 | 21:16 WIB
Perhiasan emas yang dijual di Toko Mas Mitra Baru Sampit, Selasa (26/5/2026). (yuni/radarsampit)
Perhiasan emas yang dijual di Toko Mas Mitra Baru Sampit, Selasa (26/5/2026). (yuni/radarsampit)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum memberikan pengaruh besar terhadap harga emas perhiasan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Di tingkat pedagang, pergerakan harga dalam beberapa pekan terakhir masih tergolong landai, meski permintaan masyarakat mulai meningkat di momen Hari Raya Iduladha.

Aktivitas jual beli emas di sejumlah toko perhiasan di Sampit juga mulai menunjukkan perubahan. Jika pada hari biasa jumlah warga yang membeli dan menjual relatif seimbang, kini pembeli mulai lebih mendominasi.

Pemilik Toko Mas Mitra Baru di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Lia mengatakan, harga emas saat ini masih wajar dan belum menunjukkan lonjakan tajam.

Baca Juga: Inflasi Sampit Tembus 3,65%, Harga Pangan hingga Emas Sama-sama Melonjak

Untuk emas kadar 999 atau emas murni, harga jual saat ini berada di angka Rp2.450.000 per gram atau naik sekitar Rp20 ribu dibanding sebelumnya. Sementara emas kadar 750 dipasarkan Rp2.050.000 per gram, kadar 700 sebesar Rp1.900.000 per gram, dan kadar 375 berada di kisaran Rp1.100.000 per gram.

“Perubahanya tidak terlalu besar. Dalam beberapa pekan terakhir naik turunnya sekitar Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per gram saja, jadi masih relatif stabil,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Lia, pola pembentukan harga emas saat ini tidak lagi sepenuhnya dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS seperti yang selama ini dipahami masyarakat.

Faktor eksternal lain, terutama dinamika politik dan ekonomi global, dinilai lebih berperan mendorong perubahan harga.

Ia mencontohkan, sejumlah perkembangan internasional beberapa waktu lalu sempat memicu pergerakan harga emas. Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, termasuk sejumlah pernyataan politik yang memicu ketidakpastian pasar, disebut ikut memengaruhi tren harga logam mulia.

“Sekarang pengrauhnya lebih banyak dari kondisi global dan sentimen pasar internasional. Jadi tidak selalu karena nilai tukar dolar,” katanya.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga sempat menyentuh Rp2.550.000 per gram. Sedangkan rekor tertinggi sebelumnya pernah mencapai sekitar Rp3 juta per gram.

Menariknya, di tengah harga yang relatif stabil, minat masyarakat membeli emas justru mulai meningkat di momen Iduladha. Kenaikan transaksi mulai terasa dalam beberapa hari terakhir.

Jika sebelumnya komposisi pembeli dan penjual berada di angka seimbang, kini sekitar 70 persen pengunjung datang untuk membeli, sedangkan 30 persen lainnya menjual emas.

“Beberapa hari terakhir ini pembelian mulai meningkat,” ujarnya.

Dari berbagai jenis perhiasan yang tersedia, cincin emas menjadi produk yang paling banyak dicari. Selain digunakan sebagai aksesori, sebagian masyarakat masih memandang emas sebagai salah satu pilihan penyimpanan nilai atau investasi jangka panjang.

“Banyak yang membeli bukan hanya untuk dipakai, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang,” pungkas Lia. (yn/gus) 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#harga emas #nilai tukar rupiah #jual beli emas #dolar #sampit