Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

DAD dan BATAMAD, Dituntut Jadi Garda Menjaga Harmoni dan Cegah Konflik

Dodi Abdul Qadir • Minggu, 24 Mei 2026 | 21:55 WIB
Suasana pelantikan pengurus DAD dan Batamad Se Kalteng, Jumat (22/5). (Dodi/radarsampit)
Suasana pelantikan pengurus DAD dan Batamad Se Kalteng, Jumat (22/5). (Dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran selaku Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, telah melantik pengurus DAD dan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (22/5).

Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan DAD Kalteng oleh Sekretaris Umum Yulindra Dedy, dilanjutkan pemasangan mandau dan peteng tengang yang didampingi parada/tandak kepada para Ketua DAD kabupaten/kota, serta prosesi tampung tawar oleh basir sebagai simbol penguatan amanah dan tanggung jawab adat.

Agustiar Sabran menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda organisasi rutin, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, dan menyamakan persepsi dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, hingga ekonomi di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, Kalimantan Tengah merupakan daerah yang kaya, bukan hanya dari sisi sumber daya alam, tetapi juga keberagaman suku, budaya, dan agama. Namun di tengah arus modernisasi dan investasi yang terus berkembang, tantangan sosial yang dihadapi masyarakat juga semakin kompleks.

“Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita memiliki tanggung jawab besar menjaga harmoni agar pilar-pilar kebangsaan tetap kokoh berdiri,” ucapnya.

Baca Juga: Musda III DAD 2026 Tekankan Penguatan Lembaga Adat

Gubernur menekankan tiga fokus utama yang harus menjadi ruh pergerakan DAD ke depan. Pertama, penguatan peran DAD dalam penanganan dan pencegahan konflik. Ia meminta DAD tidak hanya hadir saat persoalan sudah membesar, tetapi harus proaktif mendeteksi potensi konflik sejak dini di tengah masyarakat.

Menurutnya, dalam penyelesaian perselisihan, dialog dan musyawarah harus tetap dikedepankan dengan kelembagaan adat hadir sebagai jembatan yang netral, adil, dan terpercaya.

Kedua, penguatan kearifan lokal sebagai bagian dari instrumen hukum, moral, dan pendidikan. Agustiar menegaskan falsafah Huma Betang yang mengandung nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong harus terus diwujudkan melalui hukum adat, ritual perdamaian, serta nilai-nilai luhur warisan leluhur Dayak.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan investasi dengan penghormatan terhadap hak-hak adat serta pelestarian budaya lokal.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah generasi muda, termasuk dorongan penerapan muatan lokal sehari berbahasa Dayak di sekolah-sekolah sebagai langkah konkret menjaga bahasa Dayak agar tetap hidup dan lestari.

Ketiga, DAD dan BATAMAD diminta terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan aparat keamanan dengan mengedepankan prinsip koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi.

Menurut gubernur, sinergi harus diperkuat bersama pemerintah daerah, Forkopimda, para pemangku kepentingan, hingga sektor swasta dalam menjaga harkat dan martabat masyarakat adat Dayak, melestarikan adat istiadat, serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Tengah.

“Dengan prinsip melayani masyarakat adat Dayak, marilah kita menjaga hubungan antar pengurus yang sejuk, demokratis, dan penuh rasa kekeluargaan demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin Berkah, Maju, dan Sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Presiden MADN Nasional Marthin Billa menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DAD dan BATAMAD kabupaten/kota yang baru dilantik.

“Atas nama Presiden MADN, saya mengucapkan selamat kepada Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dilantik. Semoga dalam mengemban amanat ini, kita melaksanakan tugas demi pembangunan bangsa ini, khususnya pembangunan masyarakat Kalimantan Tengah yang berbahagia,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua DAD Kota Palangka Raya, Leonard, menegaskan pendidikan harus menjadi prioritas utama masyarakat adat Dayak sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Memperkuat edukasi dan pendidikan karena itu investasi masa depan. Masyarakat adat Dayak harus lebih fokus dan memprioritaskan pendidikan dalam keluarganya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepengurusan baru DAD Kota Palangka Raya dalam waktu dekat akan menyusun program kerja yang mengacu pada arahan gubernur serta diselaraskan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Pemerintah Kota Palangka Raya.”Kita selaraskan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Pemerintah Kota Palangka Raya,”pungkasnya.(daq/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#gubernur Kalteng Agustiar Sabran #melantik #Dewan Adat Dayak (DAD) #dad #batamad