PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Sri Ani Rintuh, mengingatkan agar pemerintah menyiapkan langkah stabilitas harga kebutuhan pokok menyusul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ia mendorong pemerintah untuk menggiatkan pasar murah, khususnya untuk kebutuhan bahan pokok. Tentu untuk pelaksaannya diharapkan bisa diperluas dengan menambah titik lokasi agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
"Kalau BBM naik, biarpun itu nonsubsidi pasti nantinya ikut berpengaruh untuk bahan pokok. Inilah yang harus cepat dicermati, jangan nunggu lonjakan harga," katanya, Rabu (22/4).
Menurut Sri, memperbanyak lokasi pasar murah ini juga supaya kelurahan-kelurahan di Palangka Raya, yang beberapa di antaranya jauh dari pusat kota bisa tersentuh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Imbas Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Paling Terasa di Sektor Pertanian dan Logistik
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, dengan adanya mekanisme pasar murah, operasi pasar dan apapun bentuk program pengendaliannya, diharapkan keseimbangan suplai dan permintaan menjadi stabil.
"Konsepnya bisa nanti diatur, apakah hanya untuk masyarakat kurang mampu atau bisa diakses semua masyarakat. Jadi ini tetap diperhatikan dan yang pasti harus membantu masyarakat," imbuhnya.
Tentunya lanjut Sri, di saat menghadapi berbagai potensi kenaikan harga kebutuhan pokok, pemerintah daerah wajib membuat instrumen yang dapat mengendali maupun mengontrol pasar.
"Tinggal bagaimana pelaksanaannya saja dari pemerintah, ya soal menghadapi kenaikan harga ini kami pikir pemerintah sudah siap dengan segala regulasi," pungkasnya. (sho/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama