SAMPIT,radarsampitjawapos.com-Harga cabai di Pasar Sampit mulai menunjukkan penurunan dalam beberapa hari terakhir, meski masih tergolong tinggi. Salah satu pedagang, Nuraini, menyebufkan bahwa harga cabai sempat menyentuh angka cukup tinggi sebelum akhirnya turun.
“Cabai rawit sekarang sekitar Rp70 ribu per kilogram, sudah turun. Tiga hari lalu masih Rp100 ribu per kilo,” ujarnya.
Sementara itu, untuk jenis cabai lainnya, harga cabai keriting berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp55 ribu, dan cabai hijau besar Rp45 ribu per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah komoditas sayuran justru megalami kenaikan harga. Sawi hijau, misalnya, kini dijual Rp20 ribu per ikat besar, naik dari harga normal yang biasanya berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. Untuk pembelian eceran, sawi dijual Rp5 ribu untuk dua i kat kecil.
“Kalau sawi memang lagi naik. Biasanya lebih murah, sekarang lumayan mahal,” kata Nuraini.
Baca Juga: Cabai Rawit Bikin 'Pedas di Kantong' Harga di Kuala Pembuang Tembus Rp135 Ribu per Kilogram
Kenaikan juga terjadi pada terong yang kini dijual Rp20 ribu per kilogram. Harga tersebut tergolong tinggi d ibandingkan harga normal di kisaran Rp12 ribu hingga Rp15 ribu. Bahkan, menurut Nuraini, harga terong sempat menyentuh Rp25 ribu per kilogram sehingga dirinya sempat tidak berqni menjual karena khawatir tidak laku.
Komoditas lain seperti kangkung juga mengalami kenaikan menjadi Rp7 ribu per ikat dari harga normal sekitar Rp4 ribu.
“Tidak tahu pasti kenapa naiknya, tapi memang lagi begini,” jelasnya.
Sementara itu, beberapa bahan pangan lainya relatif stabil. Harga tomat justru mengalami penurunan menjadi Rp22 ribu per kilogram, setelah sebelum nya sempat berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Wortel dijual Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram, kentang Rp20 ribu, serta jagung Rp15 ribu per kilogram.
Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah dijual Rp45 ribu per kilogram dan bawang putih Rp38 ribu. Sedangkan timun berada di harga Rp12 ribu per kilogram, bayam Rp10 ribu per ikat. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama