SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Posko Angkutan Laut Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Sampit resmi ditutup, Senin (30/3). Seiring penutupan tersebut, jumlah penumpang tercatat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Diungkapkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Hotman Siagian, total penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026 mencapai 13.190 orang. Angka itu terdiri dari 8.873 penumpang naik dan 4.317 penumpang turun.
“Terjadi penurunan sebesar 2.643 penumpang atau sekitar 16,69 persen dibandingkan tahun 2025,” ujarnya.
Menurut Hotman, penurunan ini dipengaruhi diantaranya, durasi pelaksanaan posko yang lebih singkat, yakni 18 hari, dibandingkan tahun sebelumnya selama 23 hari. Selain itu, jumlah armada kapal yang beroperasi juga berkurang dari 14 menjadi 12 armada.
Meski demikian, secara umum pelaksanaan angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit dinilai berjalan sukses. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dna lancar berkat sinergi berbagai pihak.
“Kolaborasi dengan TNI, Polri, instansi terkait hingga dukungan media sangat membantu dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Hotman.
Selama masa posko, Pelabuhan Sampit juga mendapat perhatian dari sejumlah pejabat, di antaranya Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, anggota DPR RI Muhammad Syauqie, Kapolda, Pangdam, Danrem, Bupati Kotim Halikinnor, serta unsur Forkopimda dan pejabat lainnya.
Hotman turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial setempat yang telah membantu menyediakan fasilitas tenda bagi penumpang, sehingga memberikan kenyamanan saat menunggu keberangkatan.
Di sisi lain, pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap jadwal keberangkatan kapal. Ia mencontohkan kejadian Minggu (15/3) lalu, ketika tiga kapal berangkat dalam waktu berdekatan, yang berpotensi menimbulkan antrean.
“Kami berharap ke depan operator kapal bisa lebih berkoordinasi. Idealnya ada jeda minimal tiga jam antarkeberangkatan. agar tidak terjadi penumpukan penumpang,” tegasnya.
Hotman juga menegaskan, penutupan posko bukanlah akhir, melainkan awal dari proses evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan. Penguatan koordinasi, digitalisasi layanan, serta pendekatan humanis menjadi hal yang akan terus didorong.
“Keberhasilan bukan hanya dilihat dari angka, tetapi dari senyum, rasa aman dan kenyamanan masyarakat yang kita layani,” imbuhnya.
Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit Gusti Muchlis menambahkan, pelaksanaan angkutan Lebaran berlangsung sejak 13 hingga 30 Maret 2026.
“Selama periode tersebut, tersedia 12 armada dengan total 12 kali keberangkatan yang dioperasikan oleh PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama,” tandasnya.(yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama