Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Lebaran, Jurnalis Tetap Siaga Dalam Bertugas

Dodi Abdul Qadir • Senin, 23 Maret 2026 | 18:45 WIB

Sejumlah jurnalis di Palangka Raya, tetap siaga bertugas untuk memberikan informasi akurat kepada masyarakat, di saat momentum lebaran.
Sejumlah jurnalis di Palangka Raya, tetap siaga bertugas untuk memberikan informasi akurat kepada masyarakat, di saat momentum lebaran.

PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Di tengah suasana lebaran Idulfitri dan libur panjang atau cuti bersama, tidak semua orang bisa sepenuhnya menikmati kelapangan waktu. Ada sejumlah profesi yang tetap harus berjaga dan bekerja,  demi memastikan pelayanan kepada publik tetap berjalan. Salah satunya adalah jurnalis.

Di balik gemuruh takbir malam Idulfitri, para jurnalis tetap bersiap dengan kamera, ponsel. Mereka memastikan berbagai peristiwa penting selama perayaan hari besar umat Islam itu tetap tersampaikan kepada masyarakat luas.

Salah seorang jurnalis di Palangka Raya, Hafis, mengaku tetap standby menjalankan tugasnya meskipun hari raya tiba. Baginya, bekerja saat lebaran bukanlah sesuatu yang memberatkan, melainkan bagian dari tanggungjawab profesi yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.“Kami tetap bertugas meski Lebaran,” ungkap Hafis kepada Radar Sampit.

Menurutnya, kewajiban sebagai jurnalis tidak mengenal hari libur, termasuk ketika masyarakat lain menikmati waktu berkumpul bersama keluarga. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi makna Idulfitri yang dirasakannya.

Hafis mengatakan, dirinya tetap dapat merasakan suasana hari raya yang penuh kedamaian meskipun harus menjalankan tugas peliputan. “Alhamdulillah, tetap merasakan Idulfitri yang suci, meskipun bekerja dan banyak orang lain libur serta berkumpul bersama keluarga,” tuturnya.

Bagi Hafis, bekerja saat Lebaran justru memberikan pengalaman tersendiri. Ia merasa senang karena dapat menjalankan perannya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama terkait berbagai kegiatan penting yang berlangsung pada hari raya.

Ia menjelaskan, salah satu agenda yang biasanya diliput saat Idulfitri adalah aktivitas para pimpinan daerah di Kalteng. Mulai dari pelaksanaan Salat Idulfitri hingga kegiatan silaturahmi bersama masyarakat.

“Insya Allah tetap bekerja, termasuk meliput aktivitas bapak gubernur saat merayakan Idulfitri, baik Salat Id maupun silaturahmi bersama masyarakat,”ungkap Hafis.

Ia melanjutkan,bagi seorang jurnalis, momen Idulfitri justru sering menghadirkan banyak peristiwa menarik yang layak diberitakan. “Mulai dari tradisi masyarakat, kegiatan tokoh daerah, hingga berbagai kisah inspiratif yang muncul di tengah perayaan hari besar tersebut,” papar Hafis.

Hal senada juga disampaikan jurnalis lainnya, Gendes. Ia mengatakan tetap menjalankan tugas peliputan pada hari raya, terutama untuk mengabadikan berbagai momentum penting yang terjadi di tengah masyarakat.“ Tetap bertugas, mencari momentum luar biasa dalam perayaan Idulfitri,” ungkapnya.

Menurutnya, Idulfitri bukan hanya menjadi momen religius, tetapi juga waktu yang penuh cerita. Banyak kegiatan masyarakat yang menggambarkan kebersamaan, kepedulian, serta semangat berbagi yang layak untuk diangkat menjadi berita.

Gendes menambahkan, tahun ini dirinya tidak pulang kampung atau mudik, sehingga memilih tetap menjalankan tugas jurnalistik seperti biasa. Meski demikian, ia mengaku tetap merasa bahagia karena masih diberi kesempatan merasakan Idulfitri.

“Alhamdulillah masih diberikan umur panjang. Meski tetap bertugas, tetapi Idulfitri tetap dirasakan dengan hati yang suci,” pungkasnya.

Baginya, menjadi jurnalis berarti siap berada di berbagai situasi, termasuk ketika sebagian besar orang sedang menikmati libur panjang. Namun justru dari situ, ia merasakan kebanggaan tersendiri karena bisa berkontribusi memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.(daq/gus)

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#bertugas #PALANGKA RAYA #profesi #lebaran idulfitri #jurnalis #suasana lebaran