Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Petani di Kotim kembali Luncurkan Beras Lokal Baru selain Beras Siam Epang Sampit

Yuni Pratiwi Iskandar • Selasa, 3 Maret 2026 | 21:15 WIB

Beras Itah hasil produksi petani di Kotim saat diperkenalkan di DPKP Kotim, Senin (2/3).
Beras Itah hasil produksi petani di Kotim saat diperkenalkan di DPKP Kotim, Senin (2/3).

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Petani di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali mengeluarkan produksi beras lokal yang diberinama Beras Itah.Sementara itu pada tahun 2022 silam, petani lokal Kotim dengan produksinya Beras Siam Epang Sampit, telah meraih sertifikat indikasi geografis dari Kemenkumham.  

Produk tersebut diinisiasi oleh Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kotim melalui kolaborasi Gapoktan Sinar Harapan Desa Lempuyang bersama Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Mina Tani Andalan.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Permata Fitri menyatakan, kehadiran Beras Itah menunjukkan petani di daerah ini semakin mandiri dan inovatif. Menurutnya, pengelolaan yang dilakukan dari hulu hingga hilir menjadi kekuatan utama produk tersenbut.

“Ini bukti bahwa petani kita tidak hanya memproduksi, tetapi juga mulai membangun usaha secara mandiri. Potensi daerah dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Permata menegaskan,  Pemkab Kotim akan mendampingi proses administrasi, termasuk percepatan izin edar agar produk tersebut segera dapata dipasarkan lebih luas.

Ketua KTNA Kotim Zultianur menyatakan, peluncuran Beras Itah merupakan langkah strategis untuk mengangkat citra beras lokal yang selama ini kalah populer dibanding beras dari luar daerah.

Selama ini lanjutnya, masyarakat lebih familiar dengan beras dari Pagatan maupun Jawa. Padahal, beras produksi petani Kotim memiliki karakter pulen dengan kualitas yang tidak kalah bersaing.

“Selama ini beras lokal kita kurang dikenal. Padahal ini beras pulen dengan mutu yang baik. Kami ingin masyarakat bangga mengkonsumsi beras dari daerah sendiri,” papar Zultianur.

Ia menambahkan, pada tahap awal, KTNA menargetkan distribusi sekitar 10 ton yang akan disalurkan ke seluruh kecamatan di Kotim. Pengolahan dilakukan secara optimal sehingga beras mampu bertahan hingga tiga bulan dengan kualitas tetap terjaga.(yn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#Beras Itah #Kabupaten Kotim #petani lokal #sampit #Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) #Beras Siam Epang