KUALA PEMBUANG,radarsampitjawapos.com- Setahun memimpin Kabupaten Seruyan, Bupati Ahmad Selanorwanda blak-blakan memotret kondisi keuangan daerah, terutama menghadapi pemotongan anggaran sebesar Rp 88 miliar pada 2025.
Ahmad Selanorwanda menegaskan, satu tahun terakhir diwarnai kerja-kerja pembenahan, terutama pada sisi perencanaan dan pengelolaan anggaran. Ia mengaku mencermati betul postur keuangan daerah sebelum melangkah lebih jauh menjalankan program pembangunan.
“Yang paling utama kami benahi adalah tata kelola keuangan. Perencanaan anggaran harus berbasis skala prioritas, efisien, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya, saat memberikan sambutan di Batu Ampar beberapa waktu lalu.
Menurutnya, alokasi anggaran harus diarahkan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik. Mulai dari peningkatan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengentasan kemiskinan dan membuka akses daerah yang masih terisolasi.
“Pembangunan bukan sekadar proyek fisik, tetapi menyentuh aspek kesejahteraan dan kualitas hidup warga,” ungkap Wanda.
Namun diakuinya, tantangan datang di awal masa kepemimpinannya. Sejak awal 2025, pemerintah pusat memangkas anggaran daerah Seruyan sebesar Rp 88 miliar. Jumlah itu, diakuinya, bukan angka kecil.
“Kalau postur keuangan seperti 2023 atau 2024, mungkin banyak yang bisa kita lakukan. Tapi saat mulai membenahi, justru ada pemotongan Rp 88 miliar,” tukas Wanda.
Dirinya tak menutup mata pada persoalan lama. Ia menilai tata kelola keuangan sebelumnya belum sepenuhnya tajam dalam menjawab kebutuhan daerah.Perencanaan dan distribusi anggaran dinilai belum optimal menyasar tantangan pembangunan maupun harapan masyarakat.
“Seharusnya dengan potensi yang ada, Seruyan bisa lebih baik. Artinya memang ada yang harus dibenahi dalam perencanaan dan distribusi anggaran,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut, dengan dana sebesar itu, rehabilitasi sekolah bisa dituntaskan, termasuk penataan wajah kota. Namun kondisi yang ada memaksa pemerintah daerah bekerja lebih selektif dan efisien.
Meski begitu, Selanorwanda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap solid membangun Seruyan. Ia menekankan pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kerja bersama.
“Dengan kondisi seperti ini, kita harus semakin kompak. Mari bersama-sama membangun masyarakat Seruyan seutuhnya,” pungkas Ahmad Selanorwanda. (rdw/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama