SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur memastikan pasokan minyak goreng merk MinyaKita di wilayah setempat, aman semasa Ramadan hingga lebaran Idulfitri.
Hal itu disampaikan Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad, saat turut mendampingi Wakil Bupati Kotim Irawati, saat sidak harga bahan pokok di pusat perbelanjaan mentaya (PPM) Sampit, Selasa (24/2).
Dikatakannya, pasokan Minyakita dari pabrik dalam sepekan terakhir sudah mulai kembali normal. Bulog pun secara rutin mendistribusikan minyak goreng tersebut ke sejumlah pedagang di pasar tradisional.
“Memang baru seminggu terakhir pasokan kita mulai normal dari pabrik. Di Pasar Keramat kurang lebih sudah ada 30-an mitra pedagang yang sudah kita suplai. Kalau di PPM memang belum banyak, baru sekitar enam sampai tujuh pedagang yang kita suplai,” ujar Fuad.
Ia menjelaskan, belum banyaknya pedagang di Pasar PPM yang mendapatkan suplai Minyakita, karena adanya persyaratan administrasi yang harus dipenuhi sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan. Pedagang diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, serta terdaftar dan menginput data pada sistem yang ditentukan pemerintah.
“Memang persyaratannya cukup ketat. Dari sudut pandang pedagang mungkin merasa ribet, tetapi karena ini aturan, kita tetap harus mengedukasi mereka. Prinsipnya, pedagang yang sudah lengkap persyaratannya pasti kita suplai rutin,” tegas Fuad.
Berdasarkan pencatatan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) , saat ini terdapat sekitar 30 pedaganag di Pasar Keramat yang sudah mengambil MinyaKita. Sementara di PPM, jumlahnya masih sekitar tujuh pedagang.
Terkait ketersediaan stok, Fuad memastikan jumlahnya mencujupi untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Saat ini stok Minyakita di gudang Bulog mencapai sekitar 8.000 dus atau hampir 90.000 liter.
“Stok itu bergerak terus. Itu stok kemarin, dan hari ini kita juga suplai lagi ke Pasar Keramat serta siang ini ke PPM. Jadi stoknya dinamis, tapi dari produsen juga terus masuk,” paparnya.
Adapun MinyaKita disalurksn ke pedagang dengan harga Rp14.500 per liter dan dijual kembali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Fuad menambahkan, distribusi MinyaKita ke pedagang rata-rata mencapai 800 dus per hari, guna memastikan pasokan tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama bulan suci Ramadan.
Ia juga menyampaikan, untuk menjaga stabilitas harga, Bulog mempersiapkan pasar penyeimbang mulai Rabu (25/2) hingga menjelang Lebaran.
Sementara itu, untuk komoditas gula pasir, Bulog mengakui stoknya terbatas karena belum ada penugasan khusus dari pemerintah utnuk melakukan pengadaan dalam jumlah besar.
“Stok gula kita tidak banyak, kurang lebih sekitar 4 ton. Karena memang belum ada penugasan untuk Bulog menyetok gula. Tapi untuk dijual eceran bersama Disperindag di pasar penyeimbang saya kira masih cukup,” pungkas Fuad.
Ia menambahkan, gula pasir tersebut akan dijual sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp17.500 per kilogram. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama